Reses Penuh Keakraban: Andi Merly Serap Aspirasi di Kolong Rumah Panggung Kelurahan Cina

Reses Penuh Keakraban: Andi Merly Serap Aspirasi di Kolong Rumah Panggung Kelurahan Cina
Reses Penuh Keakraban: Andi Merly Serap Aspirasi di Kolong Rumah Panggung Kelurahan Cina

FaktaHari – 17 Juli 2026 | WAJO – Di Bawah Kolong Rumah Panggung Andi Merly Serap Aspirasi Warga Kelurahan Cina dalam Suasana Penuh Kekeluargaan. Kegiatan reses yang digelar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Andi Merly Iswita, pada Kamis (16/7/2026) berlangsung di bawah kolong rumah panggung khas Bugis di Kelurahan Cina, Kecamatan Pammana. Puluhan warga dari berbagai latar belakang—ibu rumah tangga, petani, tokoh masyarakat, dan pemuda—tampak antusias mengikuti dialog langsung dengan wakil rakyat mereka.

Suasana yang tercipta begitu hangat dan akrab. Tanpa sekat protokoler, Andi Merly duduk bersila di antara tiang-tiang kayu rumah panggung, beralas tikar, ditemani semilir angin kampung. Candaan spontan dari warga sesekali mewarnai jalannya dialog, membuat setiap orang merasa leluasa menyampaikan isi hati. Inilah wujud demokrasi yang sesungguhnya, di mana rakyat dan wakilnya bisa berbincang seperti anggota keluarga sendiri.

Satu per satu warga menyampaikan harapan dan keluhannya. Mulai dari kebutuhan listrik untuk area persawahan, penambahan kuota gas elpiji bersubsidi, pemasangan lampu jalan, hingga pembangunan rabat beton pada sejumlah ruas jalan. Semua disampaikan bukan dengan nada tuntutan, melainkan penuh harapan kepada wakil rakyat yang mereka percaya. Di Bawah Kolong Rumah Panggung Andi Merly Serap Aspirasi Warga Kelurahan Cina dalam Suasana Penuh Kekeluargaan, menjadi bukti bahwa kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat masih terjaga.

Andi Merly mendengarkan setiap masukan dengan penuh perhatian. Sesekali ia mengangguk, mencatat poin-poin penting, dan menanggapi langsung setiap persoalan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menjadi wakil rakyat yang hanya duduk di gedung DPRD, melainkan turun langsung ke tengah masyarakat. “Saya ingin reses seperti ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbicara apa adanya. Insya Allah, setiap aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Yang terpenting, masyarakat merasa didengar dan tidak berjalan sendiri menghadapi persoalannya,” ujarnya.

Warga yang hadir pun menyambut positif kegiatan tersebut. Salah satu tokoh masyarakat, Muhammad Arsyad, mengaku senang karena aspirasi mereka langsung didengar tanpa perantara. “Biasanya kami hanya bisa menyampaikan melalui surat atau pertemuan formal di kantor, tapi sekarang wakil rakyat langsung duduk bersama kami di kolong rumah. Ini membuat kami merasa dihargai,” katanya. Ibu rumah tangga, Sitti Rahma, menambahkan bahwa ia berharap keluhan warga mengenai sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi segera diatasi. “Pak Andi sudah mencatat dan berjanji akan mengusulkan ke pemerintah pusat melalui DPRD. Kami percaya,” ungkapnya.

Kegiatan reses yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu ditutup dengan ramah tamah. Warga berbincang santai, berjabat tangan, bahkan mengabadikan momen bersama Andi Merly. Tak sedikit yang mengucapkan terima kasih karena wakil rakyat mereka bersedia datang ke pelosok kampung. Suasana kekeluargaan yang terjaga membuat setiap orang pulang dengan rasa optimis bahwa aspirasi mereka tidak akan diabaikan. Di Bawah Kolong Rumah Panggung Andi Merly Serap Aspirasi Warga Kelurahan Cina dalam Suasana Penuh Kekeluargaan, sekali lagi membuktikan bahwa demokrasi tidak harus di ruangan mewah, melainkan bisa dimulai dari ruang paling sederhana sekalipun.

Kesimpulannya, kegiatan reses yang dilakukan Andi Merly Iswita di bawah kolong rumah panggung Kelurahan Cina memberikan gambaran nyata bahwa kedekatan antara wakil rakyat dan konstituen dapat tercipta tanpa sekat formal. Aspirasi yang diserap langsung di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan kebijakan yang tepat sasaran. Jika setiap wakil rakyat mau turun ke bawah dan duduk bersama rakyatnya, maka kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan semakin kuat. Semoga semangat kekeluargaan dalam reses ini terus terjaga dan menjadi teladan bagi daerah lain.

Exit mobile version