Berita  

Tari Api Kayangan Pukau Pembukaan TMMD 129 Bojonegoro, Sinergi TNI dan Masyarakat Semakin Kuat

Tari Api Kayangan Pukau Pembukaan TMMD 129 Bojonegoro, Sinergi TNI dan Masyarakat Semakin Kuat
Tari Api Kayangan Pukau Pembukaan TMMD 129 Bojonegoro, Sinergi TNI dan Masyarakat Semakin Kuat

FaktaHari – 17 Juli 2026 | Bojonegoro — Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (15/7/2026). Momen sakral ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menjadi ajang pelestarian seni budaya lokal. Sorotan utama acara adalah penampilan spektakuler Tari Api Kayangan yang berhasil memukau ribuan pasang mata. Tepat seperti yang diharapkan, Tari Api Kayangan Bikin Pembukaan TMMD 129 Bojonegoro Spektakuler sejak awal acara.

Tari Api Kayangan yang dibawakan oleh tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro ini tampil di Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem. Gerakan dinamis para penari yang diiringi alunan musik tradisional berhasil menciptakan suasana magis dan semarak. Tamu undangan, peserta upacara, hingga masyarakat yang memadati lokasi tak henti-hentinya mengabadikan momen melalui ponsel masing-masing. Kehadiran Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, jajaran Forkopimda, serta elemen masyarakat turut menambah kemeriahan.

Salah satu penari, Heni, siswi kelas IX SMP Negeri 3 Kedungadem, mengungkapkan rasa bangga dan senangnya bisa tampil di hadapan para pejabat dan masyarakat luas. “Senang sekali bisa ikut tampil di depan Bapak Bupati, Bapak Dandim, jajaran TNI dan seluruh tamu undangan. Ini menjadi kebanggaan bagi saya dan teman-teman karena bisa menunjukkan kreativitas melalui seni budaya daerah,” ucapnya penuh haru. Heni berharap TMMD ke-129 tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur di Desa Kesongo, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kemajuan Kecamatan Kedungadem secara keseluruhan. Menurutnya, pelestarian seni budaya lokal menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berakar pada nilai-nilai budaya.

Senada dengan Heni, Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa program TMMD merupakan simbol kuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat. “Melalui program ini, berbagai sasaran fisik maupun nonfisik akan dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Penampilan Tari Api Kayangan menjadi bukti bahwa pembangunan juga dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya lokal,” kata Letkol Dedy. Ia menambahkan, semangat gotong royong yang terpancar dalam acara pembukaan ini menjadi modal berharga untuk menyukseskan seluruh rangkaian TMMD ke-129.

Antusiasme masyarakat sangat terlihat. Banyak warga yang sengaja datang sejak pagi untuk menyaksikan upacara dan atraksi budaya. Tidak sedikit yang mengabadikan tarian menggunakan telepon genggam sebagai bentuk apresiasi. Seorang warga, Sumarno, mengaku kagum dengan penampilan Tari Api Kayangan. “Saya baru pertama kali melihat tarian api secara langsung. Luar biasa! Ini membuat pembukaan TMMD tahun ini benar-benar berbeda,” ungkapnya.

Pertunjukan Tari Api Kayangan bukan sekadar hiburan. Tarian ini sarat makna filosofis yang menggambarkan semangat membara dan kebersamaan dalam membangun desa. Gerakan gemulainya mencerminkan gotong royong dan kerja keras, sejalan dengan tujuan TMMD yang mengedepankan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, Tari Api Kayangan Bikin Pembukaan TMMD 129 Bojonegoro Spektakuler bukan hanya dari segi visual, melainkan juga dari nilai-nilai yang diusung.

Program TMMD ke-129 Kabupaten Bojonegoro akan berlangsung selama sebulan ke depan. Berbagai sasaran fisik seperti pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum akan dikerjakan, begitu pula sasaran nonfisik seperti penyuluhan kesehatan dan bela negara. Semua kegiatan dilakukan dengan semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga. Keberhasilan acara pembukaan ini menjadi pertanda baik bagi kelancaran program ke depannya.

Kesan mendalam yang ditinggalkan Tari Api Kayangan Bikin Pembukaan TMMD 129 Bojonegoro Spektakuler di hati masyarakat. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan pelestarian budaya. Heni, sang penari, berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai seni tradisional. “Kami ingin budaya daerah tetap hidup dan dikenal. Semoga TMMD ke-129 sukses dan membawa manfaat bagi semua,” pungkasnya.

Pembukaan TMMD ke-129 di Bojonegoro telah menunjukkan bahwa sinergi antara pembangunan dan budaya mampu menciptakan momentum yang luar biasa. Tarian api yang memukau bukan hanya memeriahkan, tetapi juga menyatukan semangat seluruh elemen bangsa untuk terus membangun negeri dengan berlandaskan identitas budaya yang kuat.

Exit mobile version