FaktaHari – 17 Juli 2026 | Bojonegoro – Sinergi antara TNI Kodim 0813 Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026. Salah satu bentuk nyata kerjasama ini adalah layanan pengobatan gratis yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro pada Rabu, 15 Juli 2026, di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada aspek sosial, terutama kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung di lokasi TMMD 129 di Kesongo, Dinkes Bojonegoro mengadakan layanan pengobatan gratis yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, pemberian obat, serta penyuluhan kesehatan. Warga sekitar sangat antusias mengikuti pemeriksaan, karena akses ke fasilitas kesehatan di daerah tersebut masih terbatas. Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga medis tanpa harus mengeluarkan biaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan warga. Selain pengobatan, Dinkes juga memberikan bantuan 50 bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan 5 kilogram larvasida (Abate) sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Bibit TOGA diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah warga untuk memenuhi kebutuhan obat tradisional, sementara larvasida digunakan untuk memberantas jentik nyamuk penyebab demam berdarah.
Dansatgas TMMD 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa selain kegiatan fisik seperti pembangunan infrastruktur, TMMD juga mengedepankan kegiatan non-fisik yang berdampak langsung pada masyarakat. “Kegiatan pelayanan pengobatan gratis ini adalah salah satu program non-fisik yang kami prioritaskan. Petugas kesehatan dari Satgas TMMD dan Dinas Kesehatan siap membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pos kesehatan akan terus beroperasi hingga akhir pelaksanaan TMMD pada 13 Agustus 2026, termasuk pada hari Minggu.
Kehadiran tim kesehatan ini tidak hanya melayani warga, tetapi juga anggota Satgas TMMD. Menurut Letkol Dedy, layanan ini sangat berarti dalam menjaga kondisi kesehatan semua pihak yang terlibat. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di sekitar lokasi TMMD mendapatkan akses kesehatan yang mudah. Oleh karena itu, pelayanan akan diperluas ke dusun-dusun lain selama masa TMMD,” pungkasnya.
Program TMMD 129 di Kesongo juga mendapat sambutan positif dari perangkat desa setempat. Kepala Desa Kesongo mengapresiasi langkah Dinkes Bojonegoro yang mengadakan layanan pengobatan gratis, karena sangat membantu warga yang kurang mampu. Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan meski TMMD telah selesai.
Secara keseluruhan, TMMD 129 di Kesongo tidak hanya membangun jalan atau jembatan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan. Dengan adanya layanan pengobatan gratis, Dinkes Bojonegoro dan TNI Kodim 0813 telah menunjukkan bahwa sinergitas lintas sektor mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Semoga program ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain.
