Taisei Marukawa Segera Jadi WNI? Proses Naturalisasi Berjalan, Siap Bela Timnas Indonesia

Taisei Marukawa Segera Jadi WNI? Proses Naturalisasi Berjalan, Siap Bela Timnas Indonesia
Taisei Marukawa Segera Jadi WNI? Proses Naturalisasi Berjalan, Siap Bela Timnas Indonesia

FaktaHari – 13 Oktober 2026 | Jakarta – Kabar baik bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Pemain asal Jepang yang kini memperkuat Dewa United Banten FC, Taisei Marukawa, tengah menjalani proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Pemain berusia 29 tahun itu bahkan mengaku memiliki impian besar untuk bisa mengenakan seragam Merah Putih dan membela Timnas Indonesia di ajang internasional.

Taisei Marukawa mengonfirmasi bahwa dokumen-dokumen yang diperlukan dalam proses naturalisasi telah diserahkan kepada pihak terkait. Saat ini, ia masih menunggu tahap persetujuan selanjutnya. “Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci mengenai prosesnya, tetapi saya sudah menyerahkan dokumen yang diperlukan dan saat ini masih menunggu persetujuan,” ujar Marukawa dalam pernyataan resminya.

Marukawa telah tinggal dan berkarier di Indonesia selama sekitar lima tahun. Ia pertama kali bermain di Liga Indonesia bersama Persebaya Surabaya pada musim 2021/2022. Penampilan impresifnya membuat namanya dikenal luas, dan setelah itu ia memperkuat PSIS Semarang sebelum akhirnya bergabung dengan Dewa United. Selama di Indonesia, Marukawa mengaku merasa nyaman dan jatuh cinta dengan kehidupan di Tanah Air. “Semua orang sangat ramah, dan menghabiskan waktu di Indonesia membuat saya merasa bahagia,” katanya.

Keinginan Marukawa untuk menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia sejalan dengan program naturalisasi yang gencar dilakukan oleh PSSI. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sebelumnya menyebut akan ada beberapa pemain naturalisasi baru yang akan bergabung dalam waktu dekat, terutama jelang Piala Asia 2027. Selain Marukawa, nama-nama seperti Ciro Alves, David da Silva, dan Jordy Werhmann juga dikaitkan dengan proses naturalisasi dari liga lokal.

Namun, wacana naturalisasi pemain dari liga lokal ini memicu perdebatan. Sebagian pengamat menilai langkah ini mengingatkan pada era 2010-an ketika PSSI menaturalisasi puluhan pemain asing seperti Cristian Gonzales dan Greg Nwokolo. Meski demikian, naturalisasi tetap diperbolehkan selama memenuhi kriteria dan regulasi FIFA. Yang terpenting, kualitas pemain yang dinaturalisasi harus benar-benar bisa meningkatkan performa Timnas Indonesia.

Di sisi lain, fenomena naturalisasi bukanlah hal baru di kawasan ASEAN. Singapura menjadi negara pertama yang memelopori kebijakan ini melalui program Foreign Sports Talent (FST) pada akhir 1990-an. Pemain seperti Mirko Grabovac (Kroasia) dan Egmar Gonçalves (Brasil) sukses memperkuat Singapura dan membawa mereka juara Piala AFF. Indonesia sendiri baru gencar melakukan naturalisasi dalam beberapa tahun terakhir, dan hasilnya mulai terlihat dengan keberhasilan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Sementara itu, isu naturalisasi juga menyentuh pemain diaspora seperti Laurin Ulrich, gelandang Jerman U-21 yang disebut memiliki darah Indonesia. Meski belum ada proses resmi, kemungkinan perpindahan asosiasi masih terbuka sesuai regulasi FIFA. Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah pemain yang sudah tinggal lama di Indonesia, seperti Taisei Marukawa.

Kesimpulannya, naturalisasi menjadi salah satu strategi PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia secara cepat. Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki Taisei Marukawa, diharapkan ia bisa menjadi tambahan amunisi berharga bagi skuad Garuda. Proses naturalisasi yang sedang berjalan ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola Indonesia terus berbenah dan siap bersaing di level Asia.

Exit mobile version