FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Cruz Azul kembali menjadi sorotan dalam gelaran Liga MX Apertura 2026. Tim berjuluk La Máquina ini tidak hanya tampil impresif di lapangan, tetapi juga menorehkan sejarah baru dengan mencetak rekor unik yang melibatkan para pemain lokal. Jelang laga melawan Pachuca pada Kamis (22/10), Cruz Azul datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan FC Juárez dengan skor 5-0.
Kemenangan besar atas Juárez pada pekan ke-12 menjadi momen bersejarah bagi Cruz Azul. Untuk pertama kalinya di abad ke-21, empat pemain Meksiko mencetak gol dalam satu pertandingan Liga MX. Andrés Montaño, Carlos ‘Charly’ Rodríguez, Omar Campos, dan Roger González menjadi aktor di balik rekor tersebut. Gol kelima dalam laga itu dicetak oleh gelandang asal Argentina, Agustín Palavecino.
Catatan ini mengulang sejarah yang terakhir terjadi pada Verano 1998. Saat itu, Cruz Azul juga menang 5-0 atas Atlético Celaya, dengan empat gol dicetak oleh pemain Meksiko: Agustín Morales, Benjamín Galindo, Carlos Hermosillo, dan Joahan Rodríguez. Kini, 28 tahun kemudian, para pemain lokal kembali menunjukkan tajinya di bawah asuhan Joel Huiqui.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi rotasi dan kepercayaan pelatih terhadap pemain muda serta penggawa nasional. Huiqui secara konsisten memberikan menit bermain kepada para pemain Meksiko, dan hasilnya terlihat nyata. Klub seperti Cruz Azul memang dikenal memiliki tradisi panjang dalam mengembangkan talenta lokal, dan rekor ini menjadi bukti bahwa investasi pada pemain dalam negeri tetap relevan di tengah derasnya arus pemain asing.
Selain sejarah empat pemain Meksiko, Cruz Azul juga menunjukkan kekuatan lini serang yang merata. Hingga pekan ke-12, La Máquina telah mencetak gol melalui 14 pemain berbeda. Nicolás Ibáñez dan Gabriel Fernández memimpin daftar pencetak gol dengan masing-masing empat gol, diikuti oleh Jéremy Márquez dan Agustín Palavecino yang mengoleksi tiga gol.
Menariknya, produktivitas gol Cruz Azul tidak hanya datang dari starter. Para pemain pengganti juga memberikan kontribusi signifikan. Osinachi Ebere dan Gabriel Fernández masing-masing mencetak dua gol saat masuk dari bangku cadangan, sementara Andrés Montaño, Rogelio González, dan José Paradela menambah satu gol. Total, suplen Cruz Azul telah menyumbang tujuh gol di Apertura 2026, jumlah yang hanya kalah dari América yang mengoleksi delapan gol dari pemain pengganti.
Meski demikian, ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Meskipun gol tersebar merata, Cruz Azul belum memiliki penyerang yang benar-benar bersaing di papan atas daftar top skor. Salomón Rondón memimpin dengan 13 gol, disusul Juninho (8 gol) dan Helinho (7 gol). Sementara itu, topskor Cruz Azul baru mengoleksi empat gol. Hal ini menunjukkan bahwa meski tim sangat produktif secara kolektif, mereka masih membutuhkan sosok penyerang tajam yang bisa diandalkan untuk bersaing di jalur juara.
Menjelang pertandingan melawan Pachuca, Cruz Azul diprediksi akan kembali mengandalkan kekuatan kolektif. Laga yang akan digelar di Estadio Hidalgo ini menjadi kesempatan bagi La Máquina untuk melanjutkan tren positif dan memantapkan posisi di papan atas. Dengan kedalaman skuad yang mumpuni, termasuk kontribusi dari pemain pengganti, Cruz Azul optimistis dapat meraih hasil maksimal.
Pelatih Joel Huiqui juga memberikan kabar baik terkait kondisi pemain. Beberapa nama seperti Ditta, Paradela, Rotondi, dan Orquin dikabarkan telah pulih dan siap tampil. Kehadiran mereka tentu menambah opsi bagi Huiqui untuk meracik starting eleven. Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.
Secara keseluruhan, Cruz Azul telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya tim yang bergantung pada satu atau dua pemain. Distribusi gol yang merata, kontribusi pemain lokal, dan kekuatan bangku cadangan menjadi fondasi kokoh untuk bersaing di Liga MX. Jika mampu menjaga konsistensi dan memperbaiki lini pertahanan, bukan tidak mungkin La Máquina akan kembali meraih gelar yang sudah lama dinanti.
Dengan rekam jejak sejarah yang baru saja tercipta, Cruz Azul membuktikan bahwa sepak bola adalah permainan tim. Kolektivitas dan keberagaman sumber gol menjadi senjata utama mereka musim ini. Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa dan menghadapi Pachuca dengan strategi matang. Publik sepak bola Meksiko pun menantikan apakah Cruz Azul dapat melanjutkan momentum dan menorehkan lebih banyak sejarah di musim ini.
