FaktaHari – 20 Oktober 2026 | Pedro Neto menjadi nama yang paling bersinar ketika Chelsea menaklukkan Everton 2-0 di Hill Dickinson Stadium, Sabtu (17/10). Winger asal Portugal itu mencetak dua gol kemenangan The Blues, membuktikan bahwa transformasi perannya di bawah asuhan Xabi Alonso berjalan sukses. Dua gol tersebut membuat Pedro Neto kini telah mengoleksi empat gol di Chelsea, menyamai torehan Cole Palmer dan Morgan Rogers.
Kemenangan ini membawa Chelsea naik ke peringkat lima klasemen sementara Liga Inggris dengan 13 poin, sementara Everton tertahan di posisi keenam dengan 10 poin. Pertandingan berlangsung ketat di babak pertama. Everton sempat mengancam melalui sundulan Thierno Barry pada menit ke-27 dan tendangan voli Jack Grealish tiga menit berselang, namun kiper Emiliano Martinez tampil gemilang. Chelsea juga nyaris membuka keunggulan lewat tendangan voli Moises Caicedo yang membentur mistar gawang pada menit ke-40. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Chelsea langsung meningkatkan intensitas. Pada menit ke-46, kombinasi Morgan Rogers dan Jorrel Hato membuka ruang di pertahanan Everton. Hato mengirim umpan mendatar ke kotak penalti yang disambut Pedro Neto. Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan ke sudut kanan bawah gawang, menaklukkan Jordan Pickford. Gol itu menjadi pembuka bagi penampilan impresif Neto.
Everton berusaha mengejar ketertinggalan melalui sejumlah pergantian pemain, tetapi pertahanan Chelsea tetap solid. Pada menit ke-75, Chelsea terpaksa mengganti Martinez dengan Mike Penders setelah kiper asal Argentina itu mengalami benturan kepala dengan Jarrod Branthwaite. Meski kehilangan kiper utama, Chelsea justru memastikan kemenangan pada menit ke-90. Berawal dari situasi tendangan bebas yang membentur pagar hidup, bola memantul ke arah Pedro Neto. Dengan tenang ia mengecoh pemain bertahan Everton sebelum melepaskan tembakan terarah ke sudut jauh gawang Pickford. Gol tersebut melengkapi brace sang pemain dan mengubah skor menjadi 2-0.
Usai laga, Pedro Neto mengungkap rahasia ketajamannya. Ia menyebut peran pelatih baru Timnas Portugal, Jorge Jesus, sangat berpengaruh. “Hal itu sedikit banyak berasal dari pelatih baru tim nasional. Dia mengatakan ketika berada di dekat kotak penalti, kita harus meminta bola, jadi saya sangat senang dengan hal itu,” ungkap Neto.
Tak hanya dari segi serangan, Pedro Neto juga menunjukkan kontribusi defensif yang luar biasa. Dalam formasi 3-4-2-1 atau 3-4-3 yang diterapkan Xabi Alonso, Neto bergeser peran menjadi gelandang kanan atau wingback kanan. Ia dituntut untuk turun naik di area sayap Chelsea. Statistik mencatat, dalam laga melawan Everton, Neto melakukan tiga tekel sukses, jumlah tertinggi di antara pemain Chelsea lainnya, menyamai Josh Acheampong. Angka ini menunjukkan bahwa Pedro Neto tidak hanya berbahaya di depan, tetapi juga disiplin dalam bertahan.
Perubahan peran ini awalnya tidak mudah. Neto sempat terlihat kesulitan beradaptasi di beberapa pertandingan awal, seringkali terlambat turun membantu pertahanan. Namun, kerja keras dan mentalitasnya patut diacungi jempol. Alih-alih mengeluh ketika diminta bermain sebagai wingback, ia justru fokus mengasah kemampuannya. Kini, ia telah menjadi aset taktis paling berharga bagi Chelsea. Kemampuannya dalam menyerang dan bertahan membuatnya tak tergantikan di skema Alonso.
Kemenangan atas Everton juga diwarnai beberapa momen penting lainnya. Cole Palmer sempat mendorong Xabi Alonso saat selebrasi, menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pemain dan pelatih. Selain itu, wonderkid Chelsea, Geovany Quenda, masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-90+12, menandakan bahwa Alonso mulai memberi kesempatan kepada talenta muda. Dengan hasil ini, Chelsea semakin percaya diri menghadapi jadwal padat Liga Inggris.
Transformasi Pedro Neto dari winger murni menjadi wingback modern telah membuktikan bahwa fleksibilitas dan mentalitas adalah kunci sukses di sepak bola modern. Di bawah arahan Xabi Alonso, Neto bukan hanya sekadar pencetak gol, tetapi juga mesin pressing dan penggalang pertahanan. Jika ia mampu mempertahankan performa ini, bukan tidak mungkin Chelsea akan kembali bersaing di papan atas dan Pedro Neto menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Liga Inggris musim ini.
