Messi Pamit: Laga Terakhir Sang Legenda bersama Timnas Argentina

Messi Pamit: Laga Terakhir Sang Legenda bersama Timnas Argentina
Messi Pamit: Laga Terakhir Sang Legenda bersama Timnas Argentina

FaktaHari – 06 Oktober 2026 | Jakarta – Sebuah era akan resmi berakhir di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa (6/10/2026) malam waktu setempat. Lionel Messi, kapten sekaligus ikon sepak bola dunia, akan menjalani pertandingan terakhirnya bersama tim nasional sepak bola argentina. Pertandingan persahabatan melawan Benin ini bukan sekadar laga biasa, melainkan panggung perpisahan yang telah dinanti jutaan penggemar di seluruh dunia.

Keputusan pensiun Messi dari tim nasional sepak bola argentina diumumkan pada 31 Agustus 2026, tak lama setelah kekalahan pahit di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Kekalahan itu menjadi pukulan berat, apalagi setelah sebelumnya Messi sukses mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 2022. Namun, pria berusia 39 tahun itu memilih untuk menutup babak indahnya bersama La Albiceleste dengan kepala tegak.

Pelatih Lionel Scaloni sengaja tidak menurunkan Messi dalam laga sebelumnya melawan Burkina Faso yang berakhir dengan kemenangan telak 7-0. Keputusan itu diambil untuk memastikan sang megabintang dalam kondisi prima saat menghadapi Benin. Dalam laga kontra Burkina Faso, Argentina tetap tampil impresif tanpa Messi, menunjukkan bahwa masa depan tim nasional sepak bola argentina tetap cerah berkat pemain muda seperti Gianluca Prestianni, Nico Paz, dan Franco Mastantuono.

Suasana haru mulai terasa di pusat latihan Ezeiza. Messi telah bergabung dengan skuad dan menjalani latihan ringan bersama Rodrigo De Paul, Giovani Lo Celso, dan Nicolas Otamendi. Rekan setimnya, Lautaro Martinez, mengaku tidak bisa menahan emosi saat membayangkan momen perpisahan tersebut. “Pertandingan Selasa nanti pasti akan penuh emosi. Ini akan sangat istimewa dan penting. Semoga kita tidak terlalu banyak menangis,” ujar penyerang Inter Milan itu.

Perjalanan Messi bersama tim nasional sepak bola argentina tidak selalu mulus. Pada awal kariernya, ia bahkan nyaris tidak dikenal oleh federasi sepak bola Argentina karena mengembangkan bakatnya di Barcelona, Spanyol. Jurnalis Argentina, Sergio Levinsky, menggambarkan perjalanan Messi sebagai rangkaian fase yang sangat berbeda. “Dia melewati begitu banyak momen yang benar-benar merupakan era yang sangat berbeda. Pada awalnya dia sangat menderita bersama tim nasional,” kata Levinsky kepada Reuters.

Kini, setelah 21 tahun membela Argentina, Messi akan mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan gemilang: 125 gol dari 207 penampilan. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah Argentina. Pertandingan melawan Benin akan menjadi panggung terakhir bagi La Pulga untuk menunjukkan kehebatannya di hadapan publik sendiri.

Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) telah menyiapkan jersey khusus dengan desain simbolis untuk mengiringi penampilan terakhir Messi. Selain itu, tradisi asado bersama skuad juga digelar di kompleks latihan sebagai bentuk kebersamaan sebelum momen bersejarah tersebut.

Meskipun Argentina akan kehilangan pemain terbesarnya, skuad asuhan Lionel Scaloni telah menunjukkan bahwa mereka mampu tampil garang tanpa Messi. Kemenangan 7-0 atas Burkina Faso menjadi bukti bahwa regenerasi di tim nasional sepak bola argentina berjalan dengan baik. Namun, tak ada yang bisa menggantikan sosok Messi yang telah menjadi inspirasi bagi jutaan orang.

Pertandingan melawan Benin akan menjadi penutup sempurna bagi karier internasional Lionel Messi. Momen haru, air mata, dan tepuk tangan meriah dipastikan akan mewarnai laga tersebut. Selamat jalan, legenda. Argentina tidak akan pernah melupakan apa yang telah kau berikan.

Exit mobile version