Berita  

Puting Beliung Porak-Poranda Kecamatan Padalarang: 526 Rumah Rusak, Satu Warga Terluka

Puting Beliung Porak-Poranda Kecamatan Padalarang: 526 Rumah Rusak, Satu Warga Terluka
Puting Beliung Porak-Poranda Kecamatan Padalarang: 526 Rumah Rusak, Satu Warga Terluka

FaktaHari – 30 Oktober 2026 | Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Senin (26/10/2026). Bencana ini mengakibatkan lebih dari 500 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, dengan satu warga dilaporkan terluka. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena tersebut dipicu oleh kondisi atmosfer pada masa peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Ketua Tim Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin, menjelaskan bahwa hujan lebat, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es berpotensi terjadi selama masa transisi musim. “Hujan lebat atau ekstrem, angin kencang, puting beliung, atau hujan es ini bisa terjadi selama masa transisi. Bisa dibilang masuk peralihan musim dan tidak ada batasan. Musim hujan diprediksi dasarian dua bulan November ini,” ujarnya di Bandung, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan data dari Camat Padalarang, Hendi Setiyadi, total ada 526 unit rumah rusak yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Padalarang, Desa Kertajaya, dan Desa Jayamekar. Desa Padalarang menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yaitu 398 rumah rusak dan 394 kepala keluarga (KK) terdampak. Rinciannya, 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat. Di desa ini pula satu warga mengalami luka-luka.

Sementara itu, di Desa Jayamekar, sebanyak 95 KK terdampak dengan 95 rumah rusak, terdiri atas 71 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat. Adapun di Desa Kertajaya, 26 KK terdampak dengan 27 rumah rusak, meliputi 9 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak berat. “Total 520-an unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Itu tersebar di 3 desa, yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar. Tapi paling banyak memang di Desa Padalarang,” kata Hendi saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (27/10/2026).

Selain merusak rumah warga, bencana ini juga merusak sembilan fasilitas umum yang meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, hingga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tujuh unit fasilitas umum rusak di Desa Padalarang dan dua unit di Desa Kertajaya. “Fasilitas umum yang rusak tersebut 7 unit di Desa Padalarang dan 2 unit di Kertajaya. Untuk total rumah rusak itu ada 125 unit rumah rusak,” ujar Hendi.

Pemerintah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat dan kepolisian telah melakukan asesmen di lokasi. Warga juga mulai melakukan penanganan secara mandiri, terutama untuk rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang. “Kalau yang rumahnya rusak ringan-sedang itu rata-rata langsung diperbaiki oleh pemiliknya. Untuk yang rusak berat, kita cek dulu seperti apa dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten. Kemudian personel diterjunkan membantu merapikan dampak kemarin,” jelas Hendi.

BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Iid menyebutkan bahwa selama beberapa hari ke depan, kondisi kelembapan pada ketinggian 700 mb atau 3,5 km di atas permukaan laut relatif cukup lembab, mendukung potensi pertumbuhan awan hujan. Potensi pertumbuhan awan konvektif juga dipengaruhi suhu muka laut yang relatif hangat, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO), serta kondisi labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat.

Fenomena El Nino juga masih memengaruhi kondisi cuaca meskipun wilayah Jawa Barat mulai memasuki peralihan menuju musim hujan. El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027, tetapi intensitasnya diprakirakan mulai menurun pada November hingga Januari. Masyarakat di Kecamatan Padalarang dan sekitarnya diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG.

Dengan adanya kejadian ini, koordinasi antara pemerintah kecamatan, BPBD, dan warga menjadi kunci dalam penanganan pascabencana. Warga Kecamatan Padalarang yang rumahnya mengalami rusak berat masih menunggu bantuan dan verifikasi lebih lanjut dari pemerintah kabupaten. Sementara itu, rumah-rumah dengan kerusakan ringan dan sedang sudah mulai diperbaiki secara gotong royong. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di masa peralihan musim.

Exit mobile version