Masa Depan Eddie Howe di Old Trafford: Akhir dari Era INEOS?

Masa Depan Eddie Howe di Old Trafford: Akhir dari Era INEOS?
Masa Depan Eddie Howe di Old Trafford: Akhir dari Era INEOS?

FaktaHari – 30 Oktober 2026 | Nama Eddie Howe kembali mencuat sebagai kandidat pengganti Michael Carrick di kursi kepelatihan Manchester United. Namun, kemungkinan Eddie Howe mendarat di Old Trafford justru memunculkan pertanyaan besar tentang arah kebijakan INEOS. Jika manajemen Sir Jim Ratcliffe nekat mendatangkan Eddie Howe, itu bisa menjadi sinyal bahwa proyek besar mereka di United berantakan.

Sejak mengambil alih kendali sepak bola pada 2023, INEOS telah membuat serangkaian keputusan yang dianggap keliru. Mereka sempat memberikan kontrak baru kepada Erik ten Hag sebelum akhirnya memecatnya. Lalu, era Ruben Amorim berakhir tragis. Kini, Michael Carrick—yang sempat memberikan harapan sebagai pelatih interim musim lalu—dilaporkan berada di ujung tanduk setelah serangkaian hasil buruk, termasuk kekalahan telak dari Bournemouth dan Como di Liga Champions dengan agregat 7-1 dalam empat hari.

Direktur sepak bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada dikabarkan tengah mengevaluasi posisi Carrick. Kekalahan dari Chelsea di Stamford Bridge akhir pekan ini bisa menjadi penentu. Jika Carrick dipecat, United harus mencari manajer keempat dalam empat tahun. Di sinilah nama Eddie Howe muncul sebagai salah satu opsi. Howe sendiri meninggalkan Newcastle United pada musim panas lalu dan saat ini belum terikat klub.

Namun, mendatangkan Eddie Howe bukan tanpa risiko. Howe dikenal sebagai pelatih yang membangun tim secara bertahap dan membutuhkan waktu. Sementara di United, tekanan untuk meraih hasil instan sangat tinggi. Selain itu, gaya bermain Howe yang menekankan penguasaan bola dan pressing tinggi mungkin tidak cocok dengan komposisi pemain yang ada. Jika INEOS salah langkah lagi, reputasi mereka sebagai pemilik yang kompeten akan semakin tercoreng.

Pengamat sepak bola Inggris menilai bahwa merekrut Eddie Howe bisa jadi upaya menyelamatkan muka setelah serangkaian kegagalan. Tapi, jika Howe gagal, itu akan menjadi pukulan telak bagi INEOS. Pasalnya, mereka telah menghabiskan banyak uang untuk membangun skuad sesuai keinginan manajer sebelumnya. Kini, dengan Howe, mereka harus memulai lagi dari awal.

Di sisi lain, Eddie Howe sendiri dikabarkan tertarik dengan proyek jangka panjang. Namun, ia sadar betul bahwa Manchester United bukan klub yang sabar. Jika hasil tidak sesuai ekspektasi dalam beberapa bulan, kursi pelatih bisa kembali panas. Howe juga perlu mempertimbangkan apakah ia mendapat jaminan penuh dari manajemen untuk melakukan perombakan skuad.

Masa depan Carrick akan ditentukan dalam waktu dekat. Jika ia dipecat, nama Eddie Howe akan semakin santer terdengar. Tapi, keputusan INEOS untuk merekrut Howe bisa menjadi bumerang jika tidak diikuti dengan perencanaan matang. Sejarah menunjukkan bahwa United sering kali gagal memberikan waktu yang cukup kepada pelatihnya. Apakah kali ini berbeda?

Yang jelas, saga kursi pelatih Manchester United masih akan menjadi perbincangan hangat. Nama Eddie Howe menjadi salah satu yang paling menonjol. Jika INEOS benar-benar mendatangkannya, publik akan menilai apakah ini langkah cerdas atau justru awal dari kehancuran mereka di Old Trafford. Waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan dari fans dan media tidak akan memberi ruang bagi kesalahan.

Dengan segala dinamika yang ada, keputusan tentang Eddie Howe akan menjadi cerminan seberapa serius INEOS membangun kembali kejayaan Manchester United. Jika mereka kembali salah, bukan tidak mungkin era INEOS akan segera berakhir.

Exit mobile version