FaktaHari – 27 Oktober 2026 | Pemerintah memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, yang menyatakan bahwa Otorita Ibu Kota Nusantara akan segera dipimpin oleh mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Penunjukan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek strategis nasional itu tidak akan mangkrak, melainkan dilanjutkan dengan penekanan pada kelengkapan sarana dan prasarana.
“Komitmennya tetap,” ujar Hashim di Jakarta, Rabu (23/10/2024), usai menghadiri acara Kadin Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pembangunan IKN akan diteruskan dengan melengkapi fasilitas dasar terlebih dahulu sebelum benar-benar berfungsi sebagai pusat pemerintahan. “Soalnya kemarin, ternyata sarana-sarana dan prasarana belum lengkap,” tambahnya.
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan arahan Presiden Prabowo agar pembangunan IKN difokuskan pada penyediaan pusat legislatif dan yudikatif. Menurut AHY, pusat eksekutif sudah terbangun, dengan Istana Negara dan Istana Garuda telah diresmikan, serta sejumlah kantor kementerian dan pusat kemenko yang masih dalam proses penyelesaian. “Yang jelas, yang kami pernah dengar adalah bagaimana kelanjutan dari IKN ini lebih diprioritaskan untuk menghadirkan pusat untuk legislatif misalnya, karena untuk eksekutif sudah terbangun,” kata AHY di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa gedung parlemen dan lembaga yudikatif harus segera disiapkan sebelum pengembangan fungsi lainnya. “Ini yang paling tidak yang saya dengar langsung arahan beliau (Presiden RI) ke depan utamakan itu dulu sebelum dikembangkan atau diperluas untuk fungsi-fungsi lainnya pemerintahan maupun fungsi bisnis lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Otorita Ibu Kota Nusantara terus berupaya menarik investasi melalui berbagai forum internasional. Salah satunya adalah Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang digelar di Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara, pada Kamis (22/10/2026). Forum ini merupakan kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dengan tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyambut baik kehadiran delegasi dan pelaku usaha nasional maupun internasional. Menurutnya, forum ini membuka ruang dialog langsung antara investor dan pemerintah terkait peluang, kebutuhan, serta kendala investasi. “Hari ini kita akan berdiskusi langkah nyata berinvestasi di IKN. Ini adalah komitmen kami, Otorita IKN, mendengarkan segala solusi sekaligus hambatan di setiap langkah berinvestasi,” kata Roi.
Untuk memikat investor, pemerintah menawarkan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, super tax deduction, dan layanan perizinan satu pintu melalui Otorita IKN. Selain itu, platform digital INVESTARA (Invest Platform Nusantara) diperkenalkan sebagai wadah eksplorasi peluang bisnis di IKN. Forum ini juga dihadiri perwakilan diplomatik dari Belarus, Bangladesh, Tunisia, Filipina, Hong Kong, dan Spanyol, yang membuka peluang kerja sama lintas sektor.
Duta Besar Belarusia untuk Indonesia, Raman Ramanouski, menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan bisnis di Kalimantan Timur, khususnya di sektor pertanian. “Belarus adalah salah satu supplier pupuk potasium untuk Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Jadi kami menantikan peluang pengembangan kerja sama bisnis di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Otorita Ibu Kota Nusantara juga mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam pembangunan IKN. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengingatkan tenaga kerja lokal agar tidak kehilangan momentum. “Kaltara memiliki potensi besar untuk penyerapan tenaga kerja di IKN. Kita sebagai orang daerah, orang lokal tunjukkan bahwa kita mampu dan jangan sampai kehilangan momen,” kata Alimuddin di Tanjung Selor, Rabu (17/7/2024).
Saat ini, sekitar 40 persen tenaga kerja di IKN berasal dari warga Kalimantan. Alimuddin berharap angka tersebut terus meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi lokal. Ia juga menegaskan bahwa Kalimantan Utara bukanlah “penyangga” melainkan “mitra” IKN. “Kaltara itu sebagai mitra ya karena sebagai penyangga itu berat, jadi mitra itu sejajar,” ujarnya.
Dukungan terhadap IKN juga datang dari dunia olahraga. Piala Soeratin 2026 yang digelar di PSSI Training Centre, IKN, pada 15-24 Oktober 2026, menjadi ajang pembinaan talenta muda sekaligus memperkenalkan Nusantara ke seluruh penjuru Indonesia. Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, berharap semakin banyak kegiatan olahraga dan seni nasional digelar di IKN. “Penyelenggaraan Piala Soeratin juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas panitia lokal dalam mengelola turnamen berskala nasional,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Otorita Ibu Kota Nusantara menunjukkan peran sentralnya dalam mengawal pembangunan IKN, mulai dari percepatan infrastruktur, pengembangan kawasan, hingga pemberdayaan masyarakat dan promosi investasi. Komitmen pemerintah yang kuat, didukung oleh kepemimpinan baru di Otorita IKN, diharapkan mampu menjadikan Nusantara sebagai pusat pemerintahan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
