FaktaHari – 27 Oktober 2026 | Kehadiran ojek di tengah masyarakat Indonesia tak pernah lepas dari dinamika kehidupan sehari-hari. Mulai dari pengemudi ojek daring yang mengantar penumpang, menjadi relawan logistik, hingga oknum yang menyalahgunakan profesi untuk kejahatan, semuanya terekam dalam peristiwa selama Oktober 2026. Di Jakarta Selatan, sebanyak 900 paket sarapan bergizi dibagikan kepada warga dan pengemudi ojek daring melalui Program Dapur Keliling (Darling) yang digelar PT NYK Line Indonesia bersama Dompet Dhuafa. Kegiatan yang berlangsung pada 10, 13, 14, dan 17 Oktober 2026 ini melibatkan jajaran direksi dan karyawan sebagai relawan. “Alhamdulillah, hari ini Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan PT NYK Line untuk menyalurkan makanan siap santap sebanyak kurang lebih 900 porsi kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini juga melibatkan karyawan secara langsung sebagai bentuk kerelawanan,” ujar Direktur Resources Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti. Bagi Tita, warga Setiabudi, bantuan sarapan itu sangat berarti. “Tentu sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya Darling, membantu bisa sarapan dengan adanya bantuan ini,” tuturnya. Program ini menyasar warga sekitar, pengemudi ojek daring, serta petugas kebersihan.
Namun, di balik sisi humanis itu, dunia ojek daring juga menyimpan duka. Seorang pengemudi ojek daring berinisial HS (56) meninggal setelah dilindas mobil listrik BYD di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sopir mobil tersebut, S (46), ternyata merupakan mitra pengemudi taksi online yang baru sebulan mengendarai mobil listrik sewaan. Polisi memastikan S negatif narkoba dan alkohol. “Betul (S sopir taksi online),” kata Kepala Seksi Kecelakaan Lalu Lintas Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Kharisma Arbita Bangsa. Diduga, S kaget setelah menyenggol mobil di sampingnya sehingga membanting setir ke kiri dan kehilangan kendali. S merupakan perantau asal Wonogiri yang tinggal di Bogor bersama istri dan tiga anaknya. Ia sebelumnya mengemudikan mobil berbahan bakar bensin selama delapan bulan sebelum mendapat kesempatan mengemudikan mobil listrik karena rating bagus.
Di Sukabumi, seorang pengemudi ojek daring berinisial MZ menjadi korban penembakan misterius. Peristiwa terjadi pada Minggu (25/10/2026) dini hari di depan Toko Bangunan Roda Mas, Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole. Saat itu MZ sedang menunggu orderan bersama dua rekannya. Setelah rekannya pergi, MZ melihat dua pria mencurigakan mengendarai motor bebek. Tak lama kemudian, ia mendengar suara letusan seperti senapan angin dan merasakan hantaman keras di belakang leher. Korban berlari mencari pertolongan dan menemukan luka berdarah. Polisi masih memburu kedua pelaku. “Petugas gabungan dari Polsek Cikole bersama Satreskrim Polres Sukabumi Kota langsung mendatangi TKP, melaksanakan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli.
Di Bali, profesi ojek justru disalahgunakan. Seorang pria berinisial T (44) asal Sampang, Madura, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Badung karena merampas ponsel wisatawan Polandia dan membobol vila wisatawan Australia. Aksi kedua terjadi pada 3 Oktober 2026 dini hari di Jalan Subak Dawas, Desa Tibubeneng, Kuta Utara. T berpura-pura menawarkan jasa ojek kepada korban NDJ (27) yang baru pulang dari tempat hiburan malam. “Pelaku ditangkap pada Sabtu (10/10/2026) dan telah mengakui seluruh perbuatannya. Saat ini tim penyidik masih mendalami kedua kasus tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, sosok ojek justru menjadi pahlawan. Andi Akell, relawan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), menjadi ojek dadakan bagi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanjung Puting. Dengan sepeda motor, ia mengantar logistik dan kebutuhan relawan yang bertugas di lokasi berjauhan, seperti antara Camp Beguruh dan Camp Tanjung Harapan yang berjarak 5–8 kilometer. “Meski jalannya tidak bagus, motor ini sangat membantu kami melakukan aktivitas sehari-hari di sini,” ujar Andi. Peran ojek dadakan itu memastikan ketersediaan makanan, air minum, dan perlengkapan bagi relawan yang berjaga di dalam hutan.
Dari rangkaian peristiwa tersebut, terlihat bahwa ojek bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah profesi yang menyimpan kisah kepedulian, seperti pembagian sarapan bagi pengemudi ojek daring; menjadi saksi tragedi kecelakaan lalu lintas; sasaran kejahatan jalanan; hingga modus kejahatan yang mencoreng nama baik profesi. Di sisi lain, semangat ojek dadakan di medan sulit menunjukkan bahwa peran pengemudi ojek dapat menjadi penopang kemanusiaan. Ke depan, perlindungan dan pengawasan terhadap profesi ini perlu terus ditingkatkan, baik dari aspek keselamatan berkendara, keamanan saat menunggu orderan, maupun penegakan hukum terhadap penyalahgunaan profesi.
