Berita  

Bukan Dimakan Buaya, Tangis Ibu Boy Simamora: Saya Belum Ikhlas Anak Saya Mati Seperti Ini

Bukan Dimakan Buaya, Tangis Ibu Boy Simamora: Saya Belum Ikhlas Anak Saya Mati Seperti Ini
Bukan Dimakan Buaya, Tangis Ibu Boy Simamora: Saya Belum Ikhlas Anak Saya Mati Seperti Ini

FaktaHari – 17 Juli 2026 | Bukan dimakan buaya, tangis ibu Boy Simamora: Saya belum ikhlas anak saya mati seperti ini [titlebase] menjadi sorotan publik setelah proses hukum kematian pemuda asal Sirondorung, Manduamas, Tapanuli Tengah itu bergulir. Feliciana Tampubolon, ibu Boy Simamora, tak kuasa menahan tangis saat meninggalkan ruang gelar perkara di Polres Tapanuli Tengah, Rabu (15/7/2026). Ia mengaku belum ikhlas dengan kematian anaknya yang semula disebut akibat diterkam buaya.

Dalam gelar perkara yang digelar Satreskrim Polres Tapanuli Tengah, terungkap bahwa tidak ada satu pun bukti yang menguatkan Boy Simamora tewas dimakan buaya. Temuan forensik dan fakta di lapangan justru membantah narasi awal yang beredar luas. Keluarga pun mendesak kejelasan dan keadilan atas kematian Boy yang misterius.

Bukan dimakan buaya, tangis ibu Boy Simamora: Saya belum ikhlas anak saya mati seperti ini [titlebase] kembali menggema saat Feliciana dihubungi keluarga usai gelar perkara. Ia mengaku sedih teringat saat dimintai keterangan tentang anaknya. “Harapannya agar Bapak Kapolres memberikan keadilan bagi kami orangtuanya. Saya belum ikhlas anak saya mati seperti ini,” ucapnya dengan suara bergetar.

Kematian Boy Simamora (21) pada akhir Mei 2026 di Sungai Saga sempat dikaitkan dengan serangan buaya. Namun, hasil penyelidikan polisi menunjukkan luka-luka pada jasad Boy tidak konsisten dengan ciri khas serangan buaya. Tim forensik juga tidak menemukan DNA buaya pada tubuh korban. Hal ini semakin memperkuat keyakinan keluarga bahwa ada skenario lain di balik kematian Boy.

Sebelumnya, pihak keluarga Boy Simamora sudah melakukan aksi pengumpulan 1.000 tanda tangan di Alun-alun Pandan, Tapanuli Tengah, pada Rabu (8/7/2026). Aksi itu mereka lakukan untuk meminta Kapolres Tapanuli Tengah mengusut tuntas kasus kematian Boy. Kini, setelah gelar perkara, harapan mereka mulai mendapat titik terang. Polisi menjanjikan akan mengungkap penyebab pasti kematian Boy dalam waktu dekat.

Bukan dimakan buaya, tangis ibu Boy Simamora: Saya belum ikhlas anak saya mati seperti ini [titlebase] menjadi kalimat yang mewakili kegelisahan publik. Banyak warga Tapanuli Tengah yang mendukung keluarga Boy untuk mendapatkan keadilan. Mereka menilai kasus ini harus dibuka seluas-luasnya agar tidak ada kecurigaan manipulasi informasi.

Feliciana Tampubolon berharap kepolisian dapat mengusut tuntas dan mengungkap pelaku jika memang ada unsur pidana. Ia juga meminta doa dari masyarakat agar diberi kekuatan menghadapi cobaan ini. “Saya percaya polisi akan bertindak adil. Tapi sebagai ibu, saya belum bisa menerima jika anak saya meninggal tanpa kejelasan,” pungkasnya.

Kesimpulan: Kasus kematian Boy Simamora menjadi pelajaran penting tentang pentingnya investigasi yang transparan dan berbasis bukti. Narasi awal yang keliru hanya menambah derita keluarga korban. Kini, dengan terbantahkannya teori buaya, publik menanti hasil akhir penyelidikan yang diharapkan dapat menjawab teka-teki kematian Boy Simamora.

Exit mobile version