FaktaHari – 17 Juli 2026 | Program TMMD 129 Bojonegoro Harapan Baru Warga Kesongo Kedungadem resmi dimulai dengan upacara pembukaan yang meriah di Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026. Acara yang dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, jajaran TNI, dan ribuan warga tersebut menjadi titik awal dari serangkaian kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang akan berlangsung selama sebulan ke depan.
Tema yang diusung dalam TMMD ke-129 tahun 2026 ini adalah ‘TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa’. Program lintas sektoral ini melibatkan sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat Bojonegoro, dengan fokus utama di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Masyarakat setempat menyambut antusias kedatangan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, karena program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan mereka.
Komandan Satgas TMMD ke-129, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa TMMD 129 Bojonegoro bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga wahana untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “TNI hadir bersama rakyat, untuk membantu percepatan pembangunan desa. Antusiasme masyarakat menjadi energi utama agar seluruh sasaran pekerjaan fisik dan non fisik TMMD berjalan lancar, sekaligus memberikan manfaat yang nyata,” ujar Dansatgas dalam sambutannya.
Sasaran fisik TMMD ke-129 meliputi pembangunan jalan cor beton sepanjang 1,2 kilometer, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Sedangkan sasaran non fisik mencakup penyuluhan kesehatan, pelatihan keterampilan, dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Semua kegiatan ini digarap dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas program TMMD.
Salah seorang warga Desa Kesongo, Mustajab (55), mengungkapkan kegembiraannya. Menurutnya, TMMD 129 Bojonegoro Harapan Baru Warga Kesongo Kedungadem hadir tepat waktu, terutama untuk memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi kendala utama aktivitas warga, seperti mengangkut hasil pertanian dan pergi ke pasar. “Terima kasih, kami sangat senang. Harapan kami, kehadiran TMMD di desa ini mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan, sekaligus memperkokoh hubungan TNI dengan rakyat,” ucap Mustajab.
Pembukaan TMMD juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial, seperti cek kesehatan dan pengobatan gratis, pasar murah mandiri, serta hiburan rakyat. Ratusan warga dari berbagai kalangan—tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu rumah tangga—tumpah ruah di lapangan sejak pagi. Mereka mengaku optimis bahwa program ini akan membawa perubahan signifikan bagi desa mereka.
Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah memilih Bojonegoro sebagai lokasi TMMD. Ia berharap program ini dapat menjadi katalis pembangunan di pedesaan, terutama di Kecamatan Kedungadem yang termasuk wilayah terpencil. “Sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci sukses pembangunan. TMMD 129 Bojonegoro menjadi contoh nyata gotong royong membangun negeri dari pelosok,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak, pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro diharapkan berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan baru bagi warga Kesongo dan sekitarnya. Keberhasilan TMMD ini akan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan mampu mendorong kemajuan desa.
Sejak awal digagas, TMMD selalu mengedepankan kemanunggalan TNI-rakyat. Di Bojonegoro, hal itu terlihat nyata. Warga bahu-membahu dengan prajurit mengerjakan proyek-proyek desa. Dari aktivitas ini, lahir kebersamaan dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. TMMD 129 Bojonegoro Harapan Baru Warga Kesongo Kedungadem pun diyakini akan meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.
Kesimpulannya, TMMD ke-129 di Bojonegoro merupakan langkah konkret mempercepat pembangunan desa sekaligus mempererat hubungan TNI dengan rakyat. Dengan fokus pada Desa Kesongo, program ini membawa optimisme baru bagi peningkatan infrastruktur, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat. Semangat gotong royong yang diusung menjadi modal utama untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan mandiri.
