Netanyahu Terbang ke AS Temui Trump, Isu Iran Jadi Agenda Utama di Tengah Perbedaan Pendapat

Netanyahu Terbang ke AS Temui Trump, Isu Iran Jadi Agenda Utama di Tengah Perbedaan Pendapat
Netanyahu Terbang ke AS Temui Trump, Isu Iran Jadi Agenda Utama di Tengah Perbedaan Pendapat

FaktaHari – 28 Juli 2026 | Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi berangkat ke Washington D.C., Amerika Serikat, pada Senin (27/7/2026) untuk bertemu Presiden Donald Trump. Kunjungan ini menjadi sorotan karena isu Iran menjadi agenda utama, meskipun sempat ada perbedaan pendapat antara kedua pemimpin. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2026) dan merupakan pembicaraan tatap muka pertama sejak dimulainya konflik dengan Iran. Netanyahu berangkat ke AS temui Trump, isu Iran jadi agenda utama, sempat ada perbedaan pendapat yang semakin tajam mengenai strategi perang dan diplomasi nuklir.

Kunjungan ini menjadi krusial bagi Netanyahu yang tengah menghadapi tekanan politik dalam negeri menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026. Dalam pernyataan video sebelum keberangkatan, Netanyahu menegaskan bahwa isu Iran akan menjadi topik utama. “Di masa-masa kompleks ini, kita perlu bertindak dengan tekad dan kebijaksanaan besar. Kita akan membahas semua isu dalam agenda, terutama Iran,” ujarnya. Ia juga mengakui adanya perbedaan pandangan dengan Trump, terutama terkait kesepakatan nuklir AS dengan Arab Saudi yang dikhawatirkan Israel akan memperkuat posisi rezim Teheran.

Hubungan Netanyahu dan Trump memang dikenal erat, namun belakangan ini muncul ketegangan. Sebuah percakapan telepon pada Juni 2026 yang bocor ke media menyebut Trump menyebut Netanyahu “sangat gila”. Meski demikian, Netanyahu berharap pertemuan ini dapat memulihkan hubungan dan memperkuat posisinya di dalam negeri. Netanyahu berangkat ke AS temui Trump, isu Iran jadi agenda utama, namun sempat ada perbedaan pendapat mengenai pendekatan terhadap Iran—Israel menginginkan aksi militer lebih keras, sementara Trump cenderung mencari kesepakatan diplomatik.

Data penerbangan menunjukkan pesawat Netanyahu melintasi wilayah udara Yunani, Italia, dan Prancis, yang semuanya merupakan anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Netanyahu masih menjadi subjek surat perintah penangkapan ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza, namun ia tetap melanjutkan perjalanan. Langkah ini menunjukkan tekadnya untuk bertemu Trump meskipun ada risiko hukum.

Di AS, Trump juga menghadapi tekanan politik menjelang pemilu paruh waktu November 2026. Perang bersama melawan Iran yang dimulai Februari lalu dianggap gagal mencapai target menghentikan program nuklir Iran dan menggulingkan rezim Teheran. Analis Danny Citrinowicz dari Institute for National Security Studies mencatat ketidakselarasan kepentingan: “Trump tertarik pada kesepakatan, sementara Israel tidak ingin mendengar tentang kesepakatan.” Perbedaan ini membuat pertemuan semakin krusial.

Netanyahu berangkat ke AS temui Trump, isu Iran jadi agenda utama, sempat ada perbedaan pendapat yang nyata antara kedua sekutu. Dalam pertemuan nanti, kedua pemimpin diharapkan dapat menyelaraskan strategi. Publik internasional menanti hasil pembicaraan yang dapat menentukan arah konflik di Timur Tengah. Kesimpulannya, kunjungan ini menjadi ujian bagi hubungan bilateral AS-Israel dan masa depan keamanan kawasan.

Exit mobile version