FaktaHari – 27 Juli 2026 | Polemik seputar Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali memanas. Narasi liar yang menyebut bahwa Prabowo bakal ubah IKN jadi markas besar TNI mendadak viral di media sosial. Isu ini langsung ditepis oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memastikan kabar tersebut adalah hoaks. Dalam pernyataan resmi, Komdigi menegaskan tidak ada rencana perubahan fungsi IKN seperti yang dituduhkan. Narasi bahwa Prabowo bakal ubah IKN jadi markas besar TNI dinilai sebagai upaya provokasi yang tidak berdasar.
Sebelumnya, berbagai spekulasi muncul setelah beredarnya unggahan yang mengklaim adanya pertemuan tertutup antara Prabowo dengan petinggi TNI. Namun, Komdigi dengan tegas menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki bukti dan hanya bertujuan mengganggu stabilitas nasional. “Kami mengonfirmasi bahwa isu mengenai Prabowo bakal ubah IKN jadi markas besar TNI adalah hoaks. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya,” ujar juru bicara Komdigi. Penguatan pesan ini menjadi penting karena isu IKN kerap dijadikan bahan politisasi di tahun politik.
Sementara itu, dunia IKN juga berduka. Troy Harold Yohanes Pantouw, Juru Bicara Otorita IKN, ditemukan meninggal dunia di Rusun ASN IKN pada Sabtu lalu. Tim medis RS Hermina IKN menyatakan penyebab kematian wajar akibat riwayat hipertensi. Troy dikenal sebagai praktisi komunikasi berpengalaman yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Komunikasi Korporasi di Danone-AQUA. Meski demikian, kematian Troy tidak ada kaitannya dengan isu politik yang berkembang.
Isu hoaks tentang Prabowo bakal ubah IKN jadi markas besar TNI kembali mencuat di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan IKN. Proyek strategis nasional ini kerap menjadi target disinformasi. Badan Intelijen Negara (BIN) juga telah melakukan pemantauan dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan narasi tersebut. Langkah hukum akan diambil jika terbukti ada unsur kesengajaan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sendiri belum memberikan komentar langsung, namun pihak Istana memastikan tidak ada perubahan fungsi IKN.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi. Jangan sampai narasi hoaks seperti “Prabowo bakal ubah IKN jadi markas besar TNI” mengganggu konsentrasi pembangunan. Komdigi terus mengedukasi publik melalui kanal resmi untuk memerangi berita palsu. Di sisi lain, kenangan akan Troy Pantouw sebagai jubir yang terbuka dan kooperatif tetap dikenang. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi tim Otorita IKN.
Kesimpulannya, isu mengenai Prabowo bakal ubah IKN jadi markas besar TNI telah terbukti hoaks. Masyarakat harus waspada dan selalu verifikasi informasi. Pembangunan IKN harus terus berjalan tanpa gangguan disinformasi. Semoga kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya literasi digital di era banjir informasi.
