Sudaryono Gebrak BGN: Tak Ada Lagi ‘Arahan Si Ini, Si Itu’, Semua Wajib Sistem!

Sudaryono Gebrak BGN: Tak Ada Lagi 'Arahan Si Ini, Si Itu', Semua Wajib Sistem!
Sudaryono Gebrak BGN: Tak Ada Lagi 'Arahan Si Ini, Si Itu', Semua Wajib Sistem!

FaktaHari – 24 Juli 2026 | Sudaryono tegaskan tak ada lagi arahan si ini, si itu di BGN, semua wajib ikuti sistem [titlebase]. Pernyataan tegas ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia menegaskan bahwa era kepemimpinan yang bergantung pada figur atau instruksi personal telah berakhir. Seluruh pegawai BGN kini wajib bekerja berdasarkan sistem, aturan, serta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) yang telah ditetapkan.

Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dalam pidato perdananya, ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Yang tadinya mungkin manual tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system, trust in system,” ujar Sudaryono. Ia juga menambahkan, “Kalau tadinya mungkin semua sesuai arahan si ini, sesuai arahan si itu, enggak ada. Kita sesuai dengan juklak-juknis aturan, dan sistem yang kita bangun, kita mengarah ke sana.”

Pernyataan ini merupakan respons atas berbagai permasalahan tata kelola yang menghantui BGN, termasuk dugaan penyelewengan dan kurangnya transparansi. Sudaryono mengakui bahwa pembenahan tidak bisa dilakukan dalam semalam, namun ia berkomitmen untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo: “you have to run into the problem”. “Saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan, dan kita harus run into the problem. Kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah,” tegasnya.

Latar belakang Sudaryono sebagai anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah, serta pengalamannya sebagai asisten pribadi Prabowo, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, dan Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, membuatnya dinilai tepat memimpin BGN. Ia juga memiliki pendidikan tinggi di bidang teknik mesin dari Akademi Pertahanan Nasional Jepang serta gelar doktor dari IPB. Kekayaannya tercatat meningkat dari Rp8 miliar menjadi Rp31 miliar, namun ia berjanji akan mengelola anggaran BGN secara transparan.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono kembali mengulangi pesan utamanya: Sudaryono tegaskan tak ada lagi arahan si ini, si itu di BGN, semua wajib ikuti sistem [titlebase]. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan. “Dan tentu saja kita, saya khususnya bersama dengan tim semua, siap mendengar masukan, siap mendengarkan satu satu informasi, input dari mana pun, dari siapa pun, termasuk dari awak media,” katanya.

Dengan sistem baru ini, BGN diharapkan mampu menjalankan program MBG secara lebih efisien dan tepat sasaran. Sudaryono juga menegaskan bahwa digitalisasi dan standarisasi prosedur akan menjadi prioritas. “Kita mengarah ke sana, semua by system. Tidak ada lagi keputusan yang bergantung pada perintah individu. Ini komitmen saya,” pungkasnya.

Perubahan ini disambut positif oleh berbagai kalangan. Pengamat kebijakan publik menilai langkah Sudaryono sebagai angin segar bagi reformasi birokrasi di BGN. Ke depannya, publik menantikan implementasi nyata dari slogan Sudaryono tegaskan tak ada lagi arahan si ini, si itu di BGN, semua wajib ikuti sistem [titlebase] dalam setiap lini organisasi. Dengan demikian, BGN diharapkan menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Exit mobile version