Menhan Baru Inggris Tegas: Streeting Pertahankan Pernyataan Israel Lakukan Kejahatan Perang

Menhan Baru Inggris Tegas: Streeting Pertahankan Pernyataan Israel Lakukan Kejahatan Perang
Menhan Baru Inggris Tegas: Streeting Pertahankan Pernyataan Israel Lakukan Kejahatan Perang

FaktaHari – 23 Juli 2026 | Menteri Pertahanan baru Inggris, Wes Streeting, mempertahankan pernyataan kontroversialnya yang menyebut Israel sebagai pelaku kejahatan perang di Gaza dan Tepi Barat. Dalam sebuah wawancara di sela Farnborough International Airshow pada Rabu, 22 Juli 2026, Streeting menegaskan bahwa ia tidak menarik komentarnya yang dilontarkan sebelum menjabat. Menhan baru Inggris pertahankan pernyataan yang sebut Israel pelaku kejahatan perang ini menjadi sorotan media internasional, mengingat posisi strategis Inggris sebagai sekutu dekat Israel.

Streeting menyatakan bahwa kritik terhadap Israel adalah bagian dari persahabatan yang tulus. "Menjadi teman Israel bukan berarti menghindari kritik. Saya menuntut Israel, sebagai teman dan sekutu, untuk memenuhi standar yang sama seperti yang kita terapkan pada diri kita sendiri," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa komentarnya tentang kejahatan perang sudah tercatat dan ia tidak akan berpura-pura tidak pernah mengatakannya. Menhan baru Inggris pertahankan pernyataan yang sebut Israel pelaku kejahatan perang ini menjadi ujian bagi hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah perang berkepanjangan di Gaza.

Sementara itu, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mendesak pemerintah federal AS untuk mendukung Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dalam menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mamdani menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan mengatakan bahwa AS harus menegakkan surat perintah ICC yang dikeluarkan pada November 2024. Meskipun Mamdani mengakui bahwa New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk menangkap Netanyahu, ia tetap mendesak Washington untuk bertindak. Pernyataan Mamdani kontras dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang menolak penangkapan Netanyahu.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer Inggris untuk mendukung operasi militer melawan Iran. Kebijakan ini melanjutkan langkah pendahulunya, Keir Starmer, di tengah konflik AS-Iran yang semakin memanas. Namun, Israel sengaja tidak dilibatkan dalam serangan terbaru AS ke Iran. Pejabat AS khawatir bahwa keterlibatan Israel justru akan memicu perang lebih luas di Timur Tengah dan menggagalkan upaya diplomatik. Negara-negara Arab di Teluk juga melobi agar Israel tidak ikut campur, karena khawatir akan respons keras Teheran terhadap infrastruktur energi mereka.

Menhan baru Inggris pertahankan pernyataan yang sebut Israel pelaku kejahatan perang ini tidak hanya berdampak pada hubungan Inggris-Israel, tetapi juga pada dinamika regional. Streeting menegaskan bahwa Inggris akan tetap menjalin hubungan dagang dan diplomatik dengan Israel sesuai kerangka pemerintah yang ada. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Israel harus dinilai dengan standar yang sama seperti sekutu lainnya. Pernyataan ini menempatkan Inggris pada posisi yang rumit sebagai sekutu sekaligus kritikus Israel.

Keputusan Andy Burnham untuk membuka pangkalan militer Inggris bagi AS menunjukkan bahwa Inggris tetap mendukung sekutu lamanya, meskipun ada perbedaan pandangan soal Israel. Sementara itu, desakan Mamdani untuk menangkap Netanyahu menambah tekanan internasional terhadap pemimpin Israel yang telah dituduh melakukan kejahatan perang. Konflik di Timur Tengah semakin kompleks dengan keterlibatan berbagai pihak, dan pernyataan Streeting menjadi salah satu isu hangat yang perlu dicermati.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Menhan baru Inggris ini menggambarkan perubahan sikap beberapa negara Barat terhadap Israel. Meskipun belum ada tindakan konkret, kritik terbuka dari pejabat tinggi Inggris dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa toleransi terhadap pelanggaran hukum internasional semakin menipis. Publik internasional terus mengawasi perkembangan ini, berharap ada langkah nyata untuk mengakhiri kekerasan di Gaza dan menegakkan keadilan bagi para korban.

Exit mobile version