FaktaHari – 20 Juli 2026 | Sosialisme demokrat warisan Roosevelt bangkit di AS, Zohran Mamdani bilang begini [titlebase] – Wali Kota New York Zohran Mamdani angkat bicara menanggapi kekhawatiran bahwa identitasnya sebagai seorang Sosialis Demokrat akan mengancam dunia usaha. Di tengah perdebatan mengenai arah baru Partai Demokrat menjelang Pemilu Presiden Amerika Serikat 2028, Mamdani justru menegaskan bahwa pemerintahannya tetap membuka pintu bagi investasi swasta, termasuk dari Wall Street.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Mamdani menjelaskan bahwa gerakan Sosialisme demokrat warisan Roosevelt bangkit di AS, Zohran Mamdani bilang begini [titlebase] bukanlah ideologi baru, melainkan upaya mengembalikan Partai Demokrat kepada akar sejarahnya pada era Presiden Franklin D. Roosevelt melalui kebijakan New Deal. “Hal yang membuat saya bangga menjadi seorang Demokrat adalah apa yang dahulu diperjuangkan partai kami. Kita berbicara tentang Four Freedoms, Franklin D. Roosevelt, dan New Deal. Itulah inti identitas Partai Demokrat,” ujar Mamdani sebagaimana diberitakan Foxnews pada Sabtu (18/7/2026). Menurut dia, nilai-nilai tersebut kini semakin sulit ditemukan dalam praktik politik Partai Demokrat modern. Karena itu, ia ingin menghidupkan kembali semangat tersebut melalui kebijakan pemerintah kota.
Pernyataan Mamdani muncul ketika ia menjadi salah satu figur progresif yang paling banyak mendapat perhatian di Partai Demokrat. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kandidat Sosialis Demokrat yang memperoleh dukungannya berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan anggota DPR Amerika Serikat, memperkuat posisi kelompok progresif di dalam partai. Hal ini menunjukkan bahwa Sosialisme demokrat warisan Roosevelt bangkit di AS, Zohran Mamdani bilang begini [titlebase] – yaitu bahwa nilai-nilai New Deal masih relevan dan mendapat tempat di hati pemilih.
Meski konsisten mendorong kenaikan pajak bagi warga New York yang paling kaya, Mamdani menegaskan kebijakan tersebut tidak berarti pemerintahannya memusuhi dunia usaha. “Saya pikir hubungan dengan para pemimpin sektor swasta sangat penting. Yang menyatukan kami adalah keyakinan terhadap kota ini dan komitmen untuk menjaga kemajuannya,” kata dia. Sebagai bukti bahwa dunia usaha tetap percaya terhadap prospek ekonomi New York, Mamdani menunjuk keputusan American Express membangun kantor pusat baru di kawasan Two World Trade Center. “Para pemimpin bisnis tidak hanya mengambil keputusan berdasarkan hitungan untung dan rugi. Mereka juga berinvestasi karena percaya pada kota ini dan apa yang diwakilinya,” ujarnya.
Langkah Mamdani ini menjadi sorotan karena ia berhasil memadukan kebijakan progresif dengan pragmatisme ekonomi. Banyak analis melihat bahwa kebangkitan Sosialisme demokrat warisan Roosevelt bangkit di AS, Zohran Mamdani bilang begini [titlebase] merupakan sinyal pergeseran di Partai Demokrat menuju sayap kiri yang lebih jelas. Namun, Mamdani sendiri menekankan bahwa ia tidak meninggalkan nilai-nilai dasar kapitalisme, melainkan ingin mengembalikan keseimbangan antara kepentingan publik dan swasta.
Keberhasilan Mamdani dan para kandidat yang didukungnya menunjukkan bahwa platform Sosialisme Demokrat tidak hanya populer di kalangan aktivis, tetapi juga di kalangan pemilih arus utama. Dengan pemilu 2028 yang semakin dekat, Partai Demokrat dihadapkan pada pilihan antara kembali ke akar New Deal atau tetap pada jalur sentris. Mamdani jelas memilih yang pertama, dan pernyataannya menjadi pemicu diskusi nasional.
Pada akhirnya, Sosialisme demokrat warisan Roosevelt yang diusung Mamdani bukanlah ancaman bagi dunia usaha, melainkan undangan untuk berkolaborasi dalam membangun kota yang lebih adil dan sejahtera. New York, dengan segala dinamikanya, menjadi laboratorium politik bagi ide-ide yang mungkin akan membentuk kembali Amerika Serikat di masa depan.
