Tesla Roadster: Mobil Terbang, Janji Manis, dan Ancaman Batal Produksi

Tesla Roadster: Mobil Terbang, Janji Manis, dan Ancaman Batal Produksi
Tesla Roadster: Mobil Terbang, Janji Manis, dan Ancaman Batal Produksi

FaktaHari – 24 Oktober 2026 | Persaingan di dunia otomotif futuristis kembali memanas. Tesla, perusahaan yang dipimpin Elon Musk, baru saja memamerkan prototipe mobil Tesla Roadster yang diklaim mampu melakukan manuver di udara. Demonstrasi tersebut berlangsung pada 15 Oktober 2026 dan menjadi sorotan publik. Namun, di balik kemegahan teknologi, muncul sejumlah pertanyaan besar mengenai kelanjutan produksi dan dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Dalam acara peluncuran, Tesla memperkenalkan versi mobil terbang dari Roadster dua kursi. Kendaraan ini menggunakan sepuluh nosel dan tangki udara bertekanan ultra-tinggi untuk melakukan gerakan salto di udara, menaiki tanjakan curam, bahkan melayang terbalik. Elon Musk mengklaim mobil swakemudi tersebut dapat mencapai kecepatan 97 km/jam dalam waktu kurang dari satu detik. Teknologi pendorong ini dikembangkan bersama SpaceX, menandai ambisi Tesla untuk memperluas cakrawala kendaraan listrik.

Meski tampak revolusioner, langkah Tesla justru menuai sindiran dari Alef Aeronautics, startup asal Amerika Serikat yang lebih dulu mengembangkan kendaraan listrik untuk jalan raya sekaligus penerbangan. CEO Alef, Jim Dukhovny, menyatakan bahwa perusahaannya telah mengembangkan teknologi ini selama 11 tahun. Alef bahkan merilis video yang memperlihatkan kendaraannya lepas landas vertikal di atas Tesla Roadster yang terparkir. “Selamat datang, Tesla, di perlombaan mobil terbang. Kami telah berada di sini sendirian selama 11 tahun,” ujar Dukhovny. Sindiran ini menegaskan bahwa Alef merasa lebih berpengalaman dalam kategori kendaraan terbang.

Di sisi lain, Tesla menghadapi tantangan pasar yang serius. Saham perusahaan telah anjlok lebih dari 18 persen sejak awal tahun 2026. Para investor menyoroti tingginya valuasi, profitabilitas yang menurun, serta ketidakpastian pendapatan dari proyek robotaxi, robot humanoid Optimus, dan infrastruktur AI. Pada kuartal III 2026, Tesla membukukan pendapatan sebesar 28,05 miliar dolar AS atau relatif stagnan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasi berdasarkan GAAP turun 43 persen menjadi 787 juta dolar AS. Meski demikian, arus kas bebas tercatat 1,53 miliar dolar AS dengan belanja modal 4,73 miliar dolar AS. Produksi global mencapai 464.391 unit dan pengiriman 486.532 unit, dengan Model 3 dan Model Y masih menjadi kontributor utama.

Teknologi otonom menjadi salah satu fokus Tesla. Layanan Robotaxi menggunakan Cybercab mulai mengangkut penumpang di Austin, Texas, pada 3 September 2026. Akumulasi perjalanan tanpa pengemudi mendekati dua juta mil. Di Eropa, fitur Full Self-Driving (Supervised) telah disetujui di sembilan negara Uni Eropa, dengan lebih dari 100.000 pelanggan dan total jarak tempuh melampaui 160 juta kilometer. Tesla juga memulai produksi massal Tesla Semi di Nevada dan mengoperasikan Megafactory di Texas. Namun, semua pencapaian ini belum mampu mengangkat harga saham yang tertekan.

Pertanyaan terbesar justru datang dari rencana produksi mobil Tesla Roadster generasi kedua. Tesla kembali membuka pemesanan dengan uang muka hingga 250.000 dolar AS atau sekitar Rp4,5 miliar. Perusahaan menargetkan produksi dimulai pada 2028, tetapi belum dapat memastikan kapan kendaraan akan dikirim. Bahkan, dalam perjanjian pemesanan, Tesla menyatakan bahwa pemesanan tidak menjamin kendaraan akan diproduksi atau dikirim sesuai jadwal. Spesifikasi, fitur, perangkat keras, dan harga final Roadster juga belum ditetapkan. Calon pembeli hanya menerima perkiraan posisi antrean, dan uang pemesanan dapat dikembalikan sepenuhnya. Berbeda dari model edisi khusus sebelumnya, pemesanan Roadster terbaru tidak dapat dialihkan kepada orang lain, tetapi tidak ada larangan penjualan kembali setelah kendaraan diterima.

Elon Musk sebelumnya menjanjikan akselerasi 0-60 mph dalam 0,81 detik dengan pendorong roket. Namun, spesifikasi tersebut masih berpotensi berubah. Sejarah menunjukkan bahwa Roadster generasi pertama yang diperkenalkan bertahun-tahun lalu tidak pernah mencapai tahap produksi. Sejumlah produk Tesla lainnya juga kerap mengalami penundaan. Kondisi ini menimbulkan keraguan apakah mobil Tesla Roadster terbaru akan benar-benar tersedia bagi konsumen pada 2028.

Dengan berbagai dinamika tersebut, masa depan mobil Tesla Roadster masih menjadi tanda tanya besar. Di satu sisi, Tesla berhasil memukau dengan demonstrasi teknologi terbang yang futuristis. Di sisi lain, perusahaan harus menghadapi kenyataan pasar yang keras, sindiran dari pesaing, dan ketidakpastian produksi. Investor dan konsumen tampaknya perlu bersabar menunggu apakah janji-janji Tesla akan terwujud atau hanya menjadi bagian dari narasi pemasaran belaka.

Exit mobile version