FaktaHari – 01 November 2026 | Balapan MotoGP Sepang 2026 menjadi panggung dominasi Marc Marquez. Pembalap Ducati itu sukses mengunci kemenangan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026), sekaligus membuka peluang besar meraih gelar juara dunia kedelapannya. Kemenangan ini tidak hanya memperlebar jarak di klasemen, tetapi juga menjadi match point pertama bagi Marquez yang akan berlaga di Qatar pada seri berikutnya.
Sejak lampu hijau menyala, Marquez yang start dari posisi kedua langsung melesat mengambil alih pimpinan balapan dari sang adik, Alex Marquez, yang memulai dari pole position. Meski Alex sempat memberikan perlawanan sengit di tikungan-tikungan awal, sebuah kesalahan kecil membuatnya melebar dan Marc kembali memimpin. Sejak saat itu, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut tak tersentuh hingga garis finis.
Marquez mencatatkan waktu finis dengan keunggulan 4,172 detik atas Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang tampil impresif di posisi kedua. Sementara itu, Alex Marquez harus puas melengkapi podium di posisi ketiga dengan motor Gresini Ducati. Kemenangan ini membuat Marc Marquez kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 399 poin, unggul 44 poin dari Jorge Martin yang absen karena cedera pergelangan tangan kanan, dan 67 poin dari Marco Bezzecchi di posisi ketiga.
“Ini adalah balapan yang sempurna. Saya senang, tetapi saya harus tetap fokus karena gelar belum pasti,” ujar Marquez usai balapan. Ia menegaskan tidak ingin terlena dan akan terus menjaga konsentrasi hingga seri penentuan di Qatar.
Sayangnya, gemilangnya MotoGP Sepang tahun ini tercoreng oleh kondisi aspal Sirkuit Sepang yang mengalami kerusakan parah. Sejak sesi latihan bebas, para pembalap mengeluhkan serpihan batu dan kerikil yang terlepas dari permukaan lintasan. Luca Marini (Honda HRC Castrol) menyebut hampir seluruh tikungan rusak, kecuali Tikungan 7 dan 8, dan sangat membahayakan keselamatan. “Kami seperti berjuang untuk bertahan hidup,” keluhnya.
Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) bahkan menyindir bahwa lintasan Sepang kini lebih mirip arena motocross ketimbang sirkuit MotoGP. Ia mengaku sering terkena lemparan batu saat latihan start di belakang pembalap lain. Pengelola sirkuit sebenarnya telah merencanakan pelapisan ulang aspal, tetapi proyek tersebut tertunda hingga balapan berlangsung.
Di sisi lain, balapan MotoGP Sepang juga mencatatkan momen membanggakan bagi Indonesia. Pembalap muda Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) berhasil meraih podium kedua di kelas Moto3. Start dari posisi kedelapan, Veda menunjukkan semangat pantang menyerah dan memanfaatkan insiden kecelakaan Jesus Rios di tikungan kedua untuk merangsek ke depan. Ia akhirnya finis di belakang Maximo Quiles dan mengalahkan Alvaro Carpe, Hakim Danish, serta David Almansa. Podium ini menjadi penebusan setelah balapan di Australia dibatalkan.
Klasemen konstruktor juga mengalami perubahan. Ducati berhasil merebut posisi puncak dari Aprilia berkat kemenangan Marquez. Aprilia harus puas dengan posisi keempat Ai Ogura (Trackhouse) dan keenam Bezzecchi. Sementara itu, KTM terus menunjukkan peningkatan dengan Acosta di posisi kedua dan Enea Bastianini finis kelima. Francesco Bagnaia, rekan setim Marquez, mengalami kesulitan dan hanya finis di posisi ke-13.
Dengan hasil di MotoGP Sepang, Marc Marquez kini memiliki peluang emas untuk mengunci gelar juara dunia di Sirkuit Lusail, Qatar, pada seri berikutnya. Ia hanya perlu menjaga jarak aman dan tidak kehilangan poin besar dari pesaing terdekat. Jorge Martin kemungkinan akan mencoba kembali membalap setelah cedera, tetapi tekanan fisik bisa menjadi hambatan. Jika Marquez mampu tampil konsisten, gelar juara dunia MotoGP 2026 akan segera menjadi miliknya.
