FaktaHari – 01 November 2026 | Klub sepak bola Bulgaria, CSKA Sofia, resmi membuka stadion baru mereka yang dinamai Stadion Bulgaria Army. Peresmian berlangsung meriah dalam laga derby melawan Slavia, akhir pekan lalu. Pembukaan stadion ini menjadi sorotan internasional, terutama karena kualitas fasilitasnya yang modern dan ramah lingkungan. Keberhasilan CSKA Sofia ini pun sontak menjadi perbandingan bagi Zagreb, yang hingga kini masih tertatih-tatih dalam proyek pembangunan stadion utamanya.
Stadion baru CSKA Sofia berdiri di atas lahan bekas stadion lama yang telah dibongkar pada Desember 2023. Proses pembangunan dimulai pada September 2024 dan rampung dalam dua tahun. Desainnya meninggalkan atletik trek, membuat penonton bisa menyaksikan pertandingan dari jarak yang sangat dekat. Seluruh tribun kini tertutup atap, dengan kursi yang ditata untuk memberikan pandangan sempurna ke lapangan. Sistem masuk dan keluar penonton juga diperbarui guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan.
Berbagai fasilitas baru tersedia, seperti VIP lounge, restoran, kios makanan dan minuman, toko klub, museum, ruang media modern, serta area multifungsi untuk acara non-sepak bola. Beberapa ruang komersial akan dibuka sepanjang tahun. Stadion ini juga dilengkapi pemanas lapangan, sistem drainase dan irigasi dengan resirkulasi air, lampu LED canggih, serta langkah-langkah efisiensi energi. Panel surya dan fasad khusus yang membatasi kebisingan menjadi nilai tambah. Luas lantai stadion berkurang sekitar 3.800 meter persegi, dan 300 pohon baru ditanam di sekitarnya, menciptakan ruang hijau publik.
Pihak klub menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga serta institusi negara atas dukungannya. Mereka menyebut proyek ini sebagai hasil kerja keras dan profesionalisme untuk mewujudkan impian para penggemar CSKA. Sementara itu, keberhasilan CSKA Sofia menjadi pelajaran berharga bagi Zagreb. Kota tersebut masih menunggu dimulainya pembangunan kembali Stadion Maksimir, setelah renovasi Stadion Kranjčevićeva selesai. Perselisihan mengenai desain baru Maksimir juga belum tuntas, terutama setelah Perdana Menteri Andrej Plenković menyatakan tidak setuju dengan desain yang diusulkan oleh VG13 Architects. Pemerintah Kroasia dan Kota Zagreb berencana membiayai proyek tersebut dengan skema 50-50.
Di sisi lain, prestasi CSKA Sofia di liga domestik juga patut diperhitungkan. Klub asuhan pelatih ini saat ini memimpin klasemen sementara Bulgaria, unggul dua poin atas rival terdekatnya, CSKA 1948 Sofia, yang baru saja meraih kemenangan besar 6-1 atas Spartak Varna. Persaingan di papan atas semakin ketat dengan kehadiran Levski Sofia dan Ludogorets. Sementara itu, CSKA Sofia juga tengah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan melawan Pirin Blagoevgrad pada 5 Desember 2026. Laga tersebut akan menjadi ujian bagi konsistensi tim setelah pembukaan stadion baru.
Selain itu, nama CSKA Moskow juga mencuat di bursa transfer. Gelandang muda Rusia, Matvey Kislyak, menjadi incaran beberapa klub Turki, termasuk Beşiktaş, Galatasaray, Fenerbahçe, dan Trabzonspor. CSKA Moskow dikabarkan meminta mahar 25 juta euro untuk pemain berusia 21 tahun tersebut. Kislyak sendiri disebut terbuka pada kemungkinan pindah ke Turki. Meski demikian, fokus utama publik Bulgaria tetap pada kesuksesan CSKA Sofia yang telah menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang dan dukungan pemerintah, pembangunan stadion modern bukanlah hal yang mustahil.
Keberhasilan CSKA Sofia membuka stadion baru dalam waktu singkat menjadi cermin bagi Zagreb yang masih berkutat dengan persoalan birokrasi dan desain. Sementara CSKA Sofia telah menikmati fasilitas baru, Zagreb masih harus menunggu realisasi proyek Maksimir. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya sinergi antara klub, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur olahraga yang membanggakan. Jika CSKA Sofia mampu, mengapa Zagreb tidak?
