FaktaHari – 01 November 2026 | Nama Jude Bellingham kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya, bukan hanya karena aksinya di lapangan hijau, tetapi juga karena kampanye terbaru untuk merek pakaian dalam Calvin Klein. Gelandang Real Madrid ini memicu diskusi di kalangan netizen Korea Selatan terkait gestur tangan dalam salah satu foto kampanye yang dianggap menyinggung stereotip sensitif tentang pria Korea. Meski demikian, banyak penggemar yang membela Bellingham dan menilai reaksi tersebut berlebihan. Di sisi lain, performa Jude Bellingham di lapangan tetap menjadi sorotan utama, terutama setelah mantan pelatih Jose Mourinho angkat bicara mengenai posisinya di Ballon d’Or.
Kontroversi kampanye Calvin Klein bermula dari sebuah foto di mana Bellingham tampil tanpa atasan dengan celana dalam putih khas merek tersebut. Posisi tangannya di dekat pinggang, dengan jari-jari yang tampak mencubit, dikaitkan dengan gestur yang selama ini digunakan untuk merujuk pada stereotip fisik pria Korea. Beberapa netizen Korea Selatan menganggapnya sebagai referensi yang disengaja, sementara yang lain mengecam interpretasi tersebut sebagai reaksi berlebihan. Perdebatan ini pun membandingkan pose Bellingham dengan foto aktor Korea Rowoon untuk kampanye yang sama, dengan argumen bahwa sudut pengambilan gambar semata yang membuat perbedaan.
Terlepas dari polemik di dunia maya, Jude Bellingham tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kunci bagi Real Madrid. Jose Mourinho, yang kini menangani klub tersebut, secara terbuka memuji kontribusi pemain Inggris itu. Mourinho bahkan menyayangkan peringkat ke-11 Bellingham dalam Ballon d’Or 2026, yang menurutnya terlalu rendah mengingat performa impresifnya, terutama di Piala Dunia. “Dari voting Ballon d’Or, yang membuat saya agak terkejut adalah posisi Jude Bellingham, yang berada di urutan kesebelas. Tanpa komentar,” ujar Mourinho dalam konferensi pers.
Mourinho menegaskan bahwa Bellingham adalah sosok yang tidak tergantikan. Sejak awal, ia sudah menetapkan peran Bellingham sebagai gelandang serang yang dekat dengan kotak penalti lawan, bukan sebagai gelandang bertahan. “Jika Bellingham bermain sebagai nomor 6 atau 8, kita kehilangan kedekatannya dengan gawang, dan saya suka Jude seperti itu. Ketika dalam kondisi fisik terbaik, ia menawarkan 90 menit kerja keras dan kualitas tinggi,” kata Mourinho.
Data statistik mendukung klaim Mourinho. Menurut Sofascore, Jude Bellingham adalah pemain Real Madrid yang menempuh jarak terjauh dalam 12 pertandingan, yaitu 111,29 km, melampaui Fede Valverde. Ia juga menjadi pemain yang paling banyak merebut bola di LaLiga dan memenangkan duel terbanyak di tim. Kemampuannya dalam bertahan dan menyerang membuatnya menjadi nyawa permainan Los Blancos.
Posisi Bellingham sempat menjadi tanda tanya besar pada musim lalu. Xabi Alonso, pelatih sebelumnya, sempat mencoba memainkannya sebagai gelandang tengah, tetapi eksperimen itu tidak berhasil. Bellingham sendiri mengakui bahwa ia lebih nyaman bermain lebih maju. “Di Real Madrid saya bermain berbeda, sedikit lebih dalam. Dengan Inggris saya adalah nomor 10 atau bahkan 8 yang lebih maju. Saya tidak peduli di mana saya bermain, saya selalu ingin tampil baik untuk tim,” ujarnya dalam bahasa Spanyol saat Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 menjadi titik balik bagi Bellingham. Setelah musim yang naik-turun bersama Real Madrid, ia tampil gemilang di level internasional dan membungkam keraguan tentang posisi terbaiknya. Mourinho pun sadar betul potensi pemain berusia 23 tahun itu dan berhasil memanfaatkannya secara maksimal. Dengan sistem permainan yang lebih terorganisir, di mana ada dua gelandang di belakangnya dan dua winger yang membantu pertahanan, peran Bellingham menjadi lebih efektif.
Musim ini, Bellingham telah menjadi motor serangan Real Madrid. Gol dan assistnya kerap menjadi penentu kemenangan, termasuk saat melawan Barcelona di Camp Nou. Meski aksinya dengan roulette dan nutmeg terjadi jauh dari kotak penalti, kontribusinya dalam membangun serangan tetap krusial. Mourinho menekankan bahwa sepak bola modern menuntut intensitas dan fisik yang lebih tinggi, dan Bellingham adalah prototipe pemain yang sempurna untuk gaya tersebut.
Dengan segala kontroversi di luar lapangan dan pujian di dalamnya, Jude Bellingham membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain paling lengkap di dunia saat ini. Baik sebagai model kampanye global maupun sebagai gelandang box-to-box, ia terus menjadi pusat perhatian. Real Madrid pun beruntung memiliki pemain yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki mentalitas juara.
Ke depannya, Bellingham diharapkan terus berkembang dan membawa Los Blancos meraih更多 trofi. Sementara itu, perdebatan tentang Ballon d’Or dan kampanye Calvin Klein mungkin akan mereda, tetapi performa di lapangan akan selalu menjadi bukti nyata kualitasnya. Jude Bellingham adalah bintang yang bersinar terang, baik di bawah sorotan kamera maupun di tengah lapangan hijau.
