Alexandra Eala Bangkit dari Keterpurukan, Hajar Talia Gibson dan Tantang Diana Shnaider di Perempat Final Pan Pacific Open

Alexandra Eala Bangkit dari Keterpurukan, Hajar Talia Gibson dan Tantang Diana Shnaider di Perempat Final Pan Pacific Open
Alexandra Eala Bangkit dari Keterpurukan, Hajar Talia Gibson dan Tantang Diana Shnaider di Perempat Final Pan Pacific Open

FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Alexandra Eala kembali menunjukkan mentalitas juara yang membuat namanya kian diperhitungkan di panggung tenis dunia. Petenis Filipina berusia 21 tahun itu sukses membalikkan keadaan dan mengalahkan wakil Australia, Talia Gibson, dengan skor 4-6, 6-2, 6-0 pada babak 16 besar Toray Pan Pacific Open di Ariake Coliseum, Tokyo, Jepang, Rabu, 28 Oktober 2026. Kemenangan ini memastikan langkah Alexandra Eala ke perempat final turnamen WTA 500 tersebut, sekaligus menjadi perempat final pertamanya di rangkaian turnamen Asia tahun ini.

Pertandingan berjalan tidak mudah bagi Alexandra Eala. Ia kehilangan set pertama dengan skor 4-6 setelah dua kali kehilangan servis. Gibson, yang menempati peringkat 38 dunia, tampil agresif dan menyulitkan Eala di awal laga. Namun, petenis peringkat 19 dunia itu tidak panik. Ia justru bangkit di set kedua dan mulai mendominasi permainan. Dari kedudukan 3-2 di set kedua, Eala meraih sembilan gim beruntun hingga menutup pertandingan dengan kemenangan telak 6-0 di set ketiga.

Dalam wawancara usai pertandingan, Alexandra Eala mengungkapkan kunci kemenangannya. “Saya rasa yang terpenting adalah tetap bertahan dalam pertandingan dan tidak pernah menyerah. Set pertama memang sulit dan saya punya peluang, jadi saya tahu jika saya menjaga konsentrasi, akan ada lebih banyak peluang,” ujarnya. Ia juga menyapa penonton yang memberikan dukungan sepanjang laga.

Kemenangan ini bukan yang pertama bagi Eala atas Gibson. Keduanya pernah bertemu dua kali sebelumnya, yakni di babak 16 besar Open Generali Ciudad de Palma del Rio pada Juni 2023 dan ITF W25 Aldershot GB Pro Series pada Agustus 2023. Eala memenangi kedua pertemuan tersebut, sehingga rekor head-to-head kini menjadi 3-0 untuk petenis kelahiran Quezon City itu.

Di babak perempat final, Alexandra Eala akan menghadapi tantangan berat dari unggulan ketiga asal Rusia, Diana Shnaider. Shnaider melaju setelah mengalahkan Aliaksandra Sasnovich dari Belarus dengan skor 6-3, 5-7, 6-3 dalam pertandingan tiga set yang menegangkan. Pertemuan ini akan menjadi ajang balas dendam bagi Eala, mengingat pada 22 Oktober lalu ia tersingkir di babak kedua Ningbo Open usai kalah dari Shnaider. Laga perempat final dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 02.00 waktu setempat atau sesuai jadwal turnamen.

Perjalanan Alexandra Eala di turnamen ini memang patut diapresiasi. Sebelum mengalahkan Gibson, ia tampil dominan saat mengalahkan wakil Inggris, Mika Stojsavljevic, dengan skor 6-1, 6-2 di babak pertama. Sementara Gibson sebelumnya menyingkirkan rekan senegaranya, Daria Kasatkina, dengan skor 6-0, 7-5. Kemenangan atas Gibson membawa Eala ke perempat final pertamanya di turnamen WTA 500 sejak awal musim 2026, setelah sebelumnya hanya mencapai babak 16 besar di Singapore Open dan Ningbo Open, serta tersingkir di babak pertama Wuhan Open.

Pencapaian ini juga berdampak pada peringkat WTA Eala. Meski belum ada pengumuman resmi, hasil di Tokyo diprediksi akan memperkuat posisinya di 20 besar dunia dan membuka peluang untuk menembus peringkat yang lebih tinggi. Sebagai informasi, Alexandra Eala saat ini menempati peringkat 19 dunia, naik signifikan dari posisi 38 pada awal tahun.

Dukungan publik Filipina pun mengalir deras. Banyak penggemar di media sosial menyebut kemenangan Eala sebagai bukti kelasnya sebagai petenis muda potensial. Mantan petenis dan pengamat juga memuji kemampuan Eala dalam mengatasi tekanan dan mengubah jalannya pertandingan.

Dengan performa impresif ini, Alexandra Eala diharapkan dapat melangkah lebih jauh, bahkan menantang gelar juara. Namun, tantangan Shnaider tentu tidak mudah. Shnaider dikenal memiliki pukulan keras dan pengalaman di level atas. Eala harus memanfaatkan momentum dan kepercayaan dirinya untuk membalas kekalahan di Ningbo.

Turnamen Toray Pan Pacific Open sendiri masih menyisakan sejumlah nama besar, termasuk unggulan teratas Elena Rybakina yang baru saja menjuarai Ningbo Open, serta bintang tuan rumah Naomi Osaka. Namun, sorotan publik Filipina tentu tertuju pada Alexandra Eala yang terus menorehkan sejarah bagi tenis Asia Tenggara.

Kemenangan atas Gibson menjadi bukti bahwa Eala memiliki mental baja dan kemampuan teknis yang mumpuni. Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan, tetapi juga kecerdasan dalam membaca permainan dan mengatur strategi. Dengan usia yang masih muda, masa depan Alexandra Eala di dunia tenis profesional sangat cerah. Jika mampu melewati Shnaider, peluangnya untuk meraih gelar WTA 500 pertamanya akan semakin terbuka lebar. Publik Filipina dan pecinta tenis dunia layak menantikan aksi Alexandra Eala berikutnya di perempat final Pan Pacific Open 2026.

Exit mobile version