FaktaHari – 28 Oktober 2026 | Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, menjadi saksi dua sisi kelam sepak bola Indonesia dalam sepekan terakhir. Di atas lapangan, Persib Bandung meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Garudayaksa FC pada lanjutan Super League 2026/2027, Minggu (25/10/2026). Namun, di luar stadion, seorang suporter Bobotoh berinisial ARK harus kehilangan nyawa akibat aksi pembacokan oleh orang tak dikenal. Tragedi di Pakansari ini pun memantik reaksi keras dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang mendesak polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
Kemenangan Persib di Pakansari tidak lepas dari peran Adam Alis. Gelandang berusia 32 tahun itu mencetak gol penentu yang memastikan Maung Bandung membawa pulang tiga poin. Meski menjadi pahlawan, Adam enggan jumawa. Ia menegaskan bahwa kemenangan tim adalah segalanya, bukan soal siapa yang mencetak gol. “Ya, tentang cetak gol itu tidaklah penting. Yang penting kita satu tim, siapa pun yang cetak gol, semua demi tim. Alhamdulillah kita diberi kemenangan. Kemenangan ini buat suporter yang datang ke stadion, terbaik pokoknya,” ujar Adam Alis.
Adam juga dibuat takjub oleh atmosfer di Pakansari. Meski berstatus tim tamu, dukungan Bobotoh terasa seperti bermain di kandang sendiri. “Ya, away rasa kandang. Saya sangat takjub melihat Bobotoh karena ketika kita bermain di mana pun, Bobotoh selalu support,” kata Adam. Dukungan itu, menurutnya, menjadi energi tambahan bagi para pemain yang kelelahan. “Dan itu menjadi power untuk pemain di saat kita kelelahan. Tapi kita harus berjuang untuk mereka yang datang ke sini,” lanjutnya.
Namun, euforia kemenangan di Pakansari harus tercoreng oleh peristiwa nahas seusai laga. Seorang Bobotoh berinisial ARK ditemukan tewas di kawasan Sukaraja, Kabupaten Bogor, tak lama setelah pertandingan. Korban diduga menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh orang tak dikenal. Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyatakan pihaknya tengah mendalami kronologi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat. “Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Arfan.
Insiden di Pakansari ini mendapat perhatian serius dari Erick Thohir. Ia menyayangkan jatuhnya korban jiwa dan menegaskan bahwa sepak bola harusnya menjadi pemersatu bangsa, bukan ajang kekerasan. “Sampai kapan negara kita harus terus terpecah seperti ini? Padahal, ketika sepak bola kita menjadi juara FIFA ASEAN, kita bisa menyatukan seluruh bangsa,” ujar Erick di Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia pun meminta kepolisian menindak tegas setiap aksi kekerasan sesuai hukum yang berlaku. “Suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erick mendorong penyidik mengungkap motif di balik penyerangan tersebut, apakah murni tindak kriminal atau terkait persaingan antarsuporter. Ia juga menekankan bahwa keselamatan suporter adalah tanggung jawab bersama, mulai dari klub, penyelenggara kompetisi, komunitas suporter, hingga kepolisian. “Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian dan menunggu proses penyelidikan,” tambahnya.
Di sisi lain, Persib Bandung tidak punya banyak waktu untuk berbenah. Setelah laga di Pakansari, Maung Bandung harus menghadapi tantangan lebih berat di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 melawan Melbourne Victory. Adam Alis dan kawan-kawan bertekad melanjutkan tren positif demi membawa nama Indonesia di kancah Asia.
Peristiwa di Pakansari menjadi pengingat pahit bahwa sepak bola masih menyimpan sisi gelap. Kemenangan di lapangan seharusnya menjadi hiburan bagi rakyat, bukan malah merenggut nyawa. Kini, bola berada di tangan aparat hukum untuk mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan bagi ARK. Semoga kejadian di Pakansari menjadi yang terakhir, dan sepak bola Indonesia bisa benar-benar menjadi rumah yang aman bagi semua suporter.
