Persebaya vs Madura United: Kemenangan 3-1 yang Terjadi Meski Rivera dan Alex Martins Tidak Fit, Tavares Ungkap Rahasia Mentalitas

Persebaya vs Madura United: Kemenangan 3-1 yang Terjadi Meski Rivera dan Alex Martins Tidak Fit, Tavares Ungkap Rahasia Mentalitas
Persebaya vs Madura United: Kemenangan 3-1 yang Terjadi Meski Rivera dan Alex Martins Tidak Fit, Tavares Ungkap Rahasia Mentalitas

FaktaHari – 28 Oktober 2026 | Duel persebaya vs madura united pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 telah usai, namun menyisakan cerita menarik di balik kemenangan 3-1 Bajul Ijo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/10/2026) malam. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkap bahwa kemenangan ini diraih dengan kondisi fisik dua pemain kuncinya yang tidak ideal, yakni Francisco Rivera dan Alex Martins. Meski demikian, Tavares tetap memuji agresivitas dan mentalitas anak asuhnya yang tampil menekan sejak menit pertama.

Pertandingan persebaya vs madura united sendiri berjalan dengan intensitas tinggi. Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui tendangan placing Miguel Pereira yang memanfaatkan pergerakan Gledson Paixao. Gol tersebut menjadi awal dominasi Bajul Ijo, yang kemudian menambah dua gol lagi melalui Yuran Fernandes dan Yann Mabella di penghujung laga. Madura United hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas akurat Gali Freitas pada menit ke-65.

Menariknya, dalam konferensi pers usai laga persebaya vs madura united, Tavares mengaku sengaja memainkan Rivera sejak awal meski gelandang asal Meksiko itu belum berada dalam kondisi 100 persen. Rencananya, Rivera hanya dimainkan 30 hingga 60 menit. Namun, situasi pertandingan—terutama setelah Madura United kehilangan satu pemain karena kartu merah—membuat Tavares mempertahankannya lebih lama. “Saya memutuskan untuk memainkannya dari menit pertama, entah dia bisa bermain 30, 40, 45 menit, atau bahkan satu jam. Saat tim lawan kehilangan satu pemain, saya sempat berpikir untuk menariknya keluar, tetapi saya melihat dia akan mendapatkan lebih banyak ruang. Kami membutuhkan pemain dengan kemampuan pengambilan keputusan seperti dia,” ujar Tavares.

Kondisi Rivera yang tidak prima membuat kontribusinya dalam bertahan tidak maksimal. Tavares mengakui timnya sempat kesulitan ketika kehilangan penguasaan bola. “Jika diperhatikan momen saat kami kehilangan bola, dia sudah tidak mampu lagi membantu pertahanan,” tambahnya. Hal serupa juga dialami Alex Martins, yang turut berjuang dengan kondisi fisik tidak ideal. Meski demikian, Tavares menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah dari sikap agresif dan intensitas tinggi yang menjadi identitas tim.

“Hari ini saya sangat menyukai sikap para pemain, kami bermain agresif, memiliki intensitas tinggi, serta aktif bergerak menciptakan ruang yang harus menjadi identitas tim,” tegas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut. Ia juga menyoroti banyaknya peluang yang tercipta, meski akurasi tembakan kadang kurang maksimal. “Hari ini kami mencetak tiga gol, padahal ada banyak sekali peluang yang tercipta. Terkadang akurasi tembakan memang kurang maksimal, tetapi ketika sebuah tim mampu menciptakan banyak peluang, peluang untuk memenangkan pertandingan pun menjadi lebih besar,” jelasnya.

Di sisi lain, kekalahan dalam persebaya vs madura united menjadi pukulan bagi Madura United. Manajer Umar A. Wachdin menegaskan bahwa kekalahan dalam Derbi Suramadu harus menjadi pelajaran berharga. “Tentu beberapa kekurangan dalam pertandingan Derbi Suramadu, kami pelajari dan kami harapkan itu bisa segera diselesaikan untuk tim ini bisa tampil lebih baik ke depan,” ujar manajer asal Pamekasan tersebut. Pelatih Jose Gomes pun tak ingin anak asuhnya larut dalam kekecewaan. Seusai laga, Lulinha dkk langsung kembali ke Madura dan menggelar latihan pada Selasa (27/10/2026) sore di Stadion Gelora Bangkalan.

Madura United kini berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi PSM Makassar pada pekan kedelapan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (31/10/2026) sore. Dengan koleksi 13 poin, Laskar Sape Kerrab bertekad bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan dari Persebaya bukan awal keterpurukan. Sementara itu, Persebaya akan berusaha menjaga konsistensi permainan agresif mereka di laga-laga berikutnya.

Kemenangan 3-1 atas Madura United memang membawa angin segar bagi Persebaya, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan performa dan mentalitas juara. Bagi Madura United, laga kontra PSM Makassar menjadi ajang pembuktian bahwa mereka masih tim yang patut diperhitungkan di kompetisi musim ini.

Exit mobile version