FaktaHari – 27 Oktober 2026 | Klub Gamba Osaka kembali menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola Asia. Tim asal Jepang ini berhasil mengalahkan wakil Vietnam, Công an Hà Nội (CAHN), dalam laga AFC Champions League Elite. Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi CAHN yang belum meraih poin dari dua pertandingan awal. Gamba Osaka sendiri menunjukkan performa impresif di kompetisi Asia, meski di liga domestik mereka masih berjuang.
Pelatih CAHN, Mano Polking, mengakui bahwa timnya kesulitan menghadapi tim-tim Jepang. “Kami telah berusaha maksimal, tetapi Gamba Osaka dan Kashima Antlers menunjukkan kualitas mereka. Kami harus bangkit di pertandingan berikutnya,” ujarnya. CAHN kini fokus menghadapi Shanghai Port FC pada laga ketiga, dengan tekad meraih poin pertama.
Sementara itu, Gamba Osaka saat ini berada di peringkat 5 J1 League 2026 dengan 28 poin dari 18 pertandingan. Meski tidak berada di puncak, performa mereka di kancah Asia cukup menjanjikan. Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, bahkan menyaksikan langsung pertandingan Gamba Osaka melawan Kyoto Sanga untuk memantau pemain. Hal ini menunjukkan bahwa Gamba Osaka menjadi salah satu klub yang diperhitungkan dalam persiapan tim nasional Jepang.
Di sisi lain, Timnas Jepang menghadapi masalah jelang Piala Asia 2027. Dua pemain andalan, Ayase Ueda dan Takehiro Tomiyasu, terancam absen akibat cedera. Moriyasu menyatakan bahwa peluang keduanya untuk tampil masih diragukan. “Tubuh manusia memiliki banyak variabel, mungkin akan sulit bagi kedua pemain untuk berpartisipasi,” katanya. Kondisi ini tentu menguntungkan Timnas Indonesia yang akan menghadapi Jepang di Grup F Piala Asia 2027.
Kabar baik juga datang dari Al-Ittihad yang meraih kemenangan pertama di ACL Elite berkat gol telat Youssef En-Nesyri. Kemenangan ini membawa Al-Ittihad masuk delapan besar. Menariknya, pelatih Al-Ittihad, Jens Wissing, sebelumnya meraih gelar ACL Two bersama Gamba Osaka musim lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Gamba Osaka memiliki andil dalam melahirkan pelatih berkualitas.
Dengan berbagai dinamika tersebut, Gamba Osaka tetap menjadi nama yang diperhitungkan di sepak bola Asia. Kekalahan CAHN dari Gamba Osaka menjadi pelajaran berharga bagi klub Vietnam untuk meningkatkan performa. Sementara itu, Jepang harus segera mencari solusi atas cedera pemainnya agar tetap kompetitif di Piala Asia 2027. Gamba Osaka akan terus menjadi sorotan, baik di liga domestik maupun di kompetisi Asia.
