FaktaHari – 19 Oktober 2026 | Final WNBA 2026 memasuki babak yang semakin sengit dan penuh drama. Di lapangan, bintang Atlanta Dream Angel Reese tengah berusaha membuktikan bahwa dirinya layak menjadi kandidat MVP 2027 melalui performa impresifnya di panggung final WNBA. Namun, di luar lapangan, kontroversi muncul setelah kedua tim finalis, Atlanta Dream dan Golden State Valkyries, memilih meninggalkan lapangan saat lagu kebangsaan Amerika Serikat dikumandangkan sebelum pertandingan pertama (Game 1) pada Sabtu (17/10/2026) waktu setempat. Insiden ini mencuri perhatian dan memicu pertanyaan besar mengenai kepatuhan terhadap aturan liga.
Angel Reese, yang musim ini dinobatkan sebagai Defensive Player of the Year 2026, menunjukkan perkembangan pesat dalam aspek ofensifnya. Sejak kembali dari FIBA World Cup, kemampuan menembak pemain berusia 24 tahun itu meningkat drastis. Pada Game 1 final WNBA, Reese mencetak 14 poin dengan persentase tembakan 45,5 persen dari lapangan. Meski angka tersebut terbilang biasa, performa kuarter pertamanya sungguh luar biasa: 11 poin dengan akurasi 5 dari 6 tembakan. Namun, taktik jitu pelatih Golden State Valkyries, Natalie Nakase, berhasil membalikkan keadaan dan membawa Valkyries menang di laga pembuka.
Pertandingan final WNBA kali ini menjadi ajang pembuktian bagi Reese untuk mengasah kemampuannya di bawah tekanan tertinggi. Jika ia mampu mempertahankan konsistensi dan meningkatkan performa ofensifnya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi penantang serius gelar MVP 2027, meski harus bersaing dengan pemain sekaliber A’ja Wilson. Dukungan dari rekan-rekan setim dan sistem pertahanan Atlanta yang solid menjadi modal berharga bagi Reese untuk terus berkembang.
Di sisi lain, absennya kedua tim saat lagu kebangsaan menjadi sorotan tajam. Menurut buku aturan WNBA, para pemain, pelatih, dan staf medis diwajibkan berdiri dan berbaris di sepanjang garis samping atau garis pelanggaran selama lagu kebangsaan dikumandangkan. Namun, pada Game 1, para pemain dari kedua tim terlihat melakukan pemanasan di lapangan, lalu meninggalkan lapangan beberapa saat sebelum lagu kebangsaan dimulai, dan kembali dalam hitungan detik setelah lagu berakhir. Hingga berita ini diturunkan, pihak WNBA belum memberikan jawaban atas pertanyaan media mengenai alasan di balik absennya kedua tim, kemungkinan sanksi, atau instruksi untuk Game 2 yang dijadwalkan pada Senin malam (19/10/2026).
Kontroversi ini menambah dimensi baru dalam final WNBA 2026. Liga basket wanita paling bergengsi di dunia ini memang selalu menyajikan cerita di dalam dan di luar lapangan. Ketegangan antara aturan dan ekspresi para pemain menjadi perdebatan yang tak kunjung usai. Sementara itu, fokus utama publik basket tetap tertuju pada aksi Angel Reese dan upayanya membawa Atlanta Dream meraih gelar juara, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di liga.
Dengan seri final WNBA yang masih panjang, setiap pertandingan akan menjadi penentu. Reese dan rekan-rekannya harus segera melupakan kekalahan di Game 1 dan fokus pada Game 2. Jika Reese mampu tampil konsisten dan mendominasi, peluangnya untuk meraih MVP 2027 akan semakin terbuka lebar. Namun, bayang-bayang kontroversi lagu kebangsaan tetap menghantui jalannya final WNBA musim ini, menunggu klarifikasi resmi dari pihak liga dan tim terkait.
