Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM 8 Kali di Oktober, Kepemilikan Tembus 5,7%

Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM 8 Kali di Oktober, Kepemilikan Tembus 5,7%
Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM 8 Kali di Oktober, Kepemilikan Tembus 5,7%

FaktaHari – 30 Oktober 2026 | Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan pasar modal Tanah Air. Sepanjang Oktober 2026, pria yang dikenal sebagai “Warren Buffett Indonesia” ini tercatat delapan kali membeli saham PT ABM Investama Tbk (ABMM), emiten batu bara yang bergerak di sektor energi. Aksi akumulasi tersebut membuat kepemilikan Lo Kheng Hong di ABMM naik menjadi 156,79 juta saham atau setara 5,70% dari total saham beredar.

Berdasarkan data transaksi kepemilikan saham, pembelian terbaru dilakukan pada Jumat (23/10) sebanyak 35.700 saham. Transaksi itu menambah porsi kepemilikan Lo Kheng Hong dari sebelumnya 156.762.700 saham (5,69%) menjadi 156.798.400 saham (5,70%). Sebelumnya, pada Senin (19/10), ia juga membeli 275.000 saham, yang menjadi transaksi terbesar dalam delapan akumulasi bulan ini.

Rangkaian pembelian saham ABMM oleh Lo Kheng Hong sepanjang Oktober 2026 terbilang konsisten. Pada 16 Oktober ia membeli 93.200 saham, sehari sebelumnya 120.400 saham, dan pada 14 Oktober sebanyak 10.000 saham. Di awal bulan, tepatnya 7 Oktober, ia tercatat dua kali membeli saham ABMM masing-masing 40.000 saham dan 10.000 saham. Sementara pada 5 Oktober, ia membeli 50.000 saham. Secara total, delapan transaksi tersebut mengakumulasi 634.300 saham ABMM, meningkatkan kepemilikan dari 156.164.100 saham pada awal periode menjadi 156.798.400 saham per Jumat lalu.

Aksi Lo Kheng Hong ini tidak lepas dari kinerja ABM Investama yang menunjukkan perbaikan. Pada semester I 2026, perseroan membukukan laba bersih US$ 39,4 juta, naik 41,9% dibandingkan US$ 27,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pendapatan konsolidasian relatif stagnan di US$ 506,2 juta (turun tipis 0,1% dari US$ 506,9 juta), adjusted EBITDA perseroan meningkat 6,4% menjadi US$ 346,9 juta dari US$ 326 juta.

Dari sisi operasional, volume coal getting atau pengambilan batu bara naik 14% menjadi 17,9 juta ton dari 15,7 juta ton pada semester I 2025. Namun, volume overburden removal atau pemindahan lapisan tanah penutup turun 12,7% menjadi 98 juta bcm dari 112,2 juta bcm. Penjualan bahan bakar juga menyusut 26,5% menjadi 141,9 juta liter dari 193 juta liter pada periode yang sama tahun lalu.

Langkah Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham di ABMM dinilai sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek emiten batu bara tersebut. Sebagai investor nilai yang terkenal dengan strategi buy and hold, ia kerap memborong saham perusahaan yang dinilai undervalue namun memiliki fundamental kuat. Kepemilikan Lo Kheng Hong yang kini melewati ambang 5% menempatkannya sebagai salah satu pemegang saham signifikan di ABMM.

Dengan laba bersih yang melesat dan EBITDA yang tumbuh, ABMM tampaknya masih menjadi magnet bagi investor senior seperti Lo Kheng Hong. Pasar akan menantikan apakah aksi akumulasi ini berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, seiring dengan dinamika harga batu bara dan kinerja perseroan hingga akhir tahun.

Exit mobile version