CGV Jadi Primadona: Tiket Rp25 Ribu hingga Strategi Bisnis di Balik Layar

CGV Jadi Primadona: Tiket Rp25 Ribu hingga Strategi Bisnis di Balik Layar
CGV Jadi Primadona: Tiket Rp25 Ribu hingga Strategi Bisnis di Balik Layar

FaktaHari – 26 Oktober 2026 | Jaringan bioskop CGV kembali mencuri perhatian publik Tanah Air. Di tengah persaingan industri hiburan yang kian ketat, CGV tidak hanya menghadirkan pengalaman menonton film yang beragam, tetapi juga menawarkan berbagai promo menarik dan mencatatkan kinerja bisnis yang solid. Dari Surabaya hingga Incheon, Korea Selatan, nama CGV terus menjadi sorotan.

Di Surabaya, CGV Marvell City menjadi salah satu bioskop dengan harga tiket terjangkau. Pada Senin (26/10/2026), bioskop ini menayangkan sejumlah film populer seperti Avengers Endgame: Encore, Bapak Paling Jujur, Whalefall, Clayface, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, dan Street Fighter. Harga tiket Reguler 2D dibanderol Rp26.000, dengan jam tayang yang bervariasi mulai pukul 14.00 WIB hingga 20.00 WIB. Ini menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menonton film layar lebar tanpa menguras kantong.

Selain itu, dalam rangka memperingati Cinema Day 2026 pada 27 Oktober, CGV turut serta memberikan promo spesial. Tiket nonton di CGV Special Auditorium dapat diperoleh dengan harga lebih hemat, bahkan ada promo tiket seharga Rp25 ribu untuk penayangan pada tanggal tersebut. Promo ini berlaku dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu para pencinta film di seluruh Indonesia.

Tak hanya di Indonesia, CGV juga menunjukkan performa positif di pasar global. CJ CGV, perusahaan induk yang menaungi jaringan bioskop CGV, mendapat sorotan dari Shinhan Investment Securities. Dalam laporan terbaru, analis menilai bahwa CJ CGV mencatatkan kinerja solid pada kuartal ketiga 2026, didorong oleh dua film besar. Meskipun fluktuasi box office menjadi tantangan, prospek jangka panjang perusahaan dinilai cerah berkat restrukturisasi pasar dan potensi revaluasi bisnis 4DPLEX. Shinhan Investment Securities memberikan rekomendasi beli dengan target harga 6.300 won, yang mencerminkan keyakinan terhadap prospek CJ CGV.

Menariknya, kinerja CJ CGV juga ditopang oleh anak perusahaannya, CJ Olive Networks. Perusahaan ini baru saja meraih peringkat kredit A+ dari dua lembaga pemeringkat, NICE dan Korea Ratings, yang mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas keuangan dan daya saing bisnisnya. CJ Olive Networks berperan penting dalam menyediakan layanan TI dan solusi transformasi AI (AX) yang membantu memperkuat fondasi pendapatan CJ CGV. Pada semester pertama 2026, segmen layanan TI CJ Olive Networks mencatatkan pendapatan 466,3 miliar won dan laba operasi 31,3 miliar won, lebih besar dibandingkan segmen operasi bioskop yang mencatatkan pendapatan 729,3 miliar won tetapi merugi 4,6 miliar won. Dengan demikian, diversifikasi bisnis CJ CGV melalui CJ Olive Networks menjadi bantalan yang efektif di tengah volatilitas industri bioskop.

Di sisi lain, CGV juga aktif mendukung kegiatan budaya. Di Incheon, Korea Selatan, CGV Incheon Yeonsu menjadi venue pembukaan Incheon Film Week 2026 yang berlangsung pada 23-25 Oktober. Acara ini mengusung tema masa depan dan menampilkan film fiksi ilmiah Indonesia berjudul AI Mom sebagai film pembuka. Keikutsertaan CGV dalam festival ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memajukan industri film dan budaya, tidak hanya sebagai operator bioskop tetapi juga sebagai mitra komunitas.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, CGV membuktikan diri sebagai pemain kunci di industri hiburan. Mulai dari harga tiket terjangkau, promo Cinema Day, kinerja keuangan yang solid, hingga dukungan terhadap festival film, CGV terus beradaptasi dan berinovasi. Bagi para penonton, sederet penawaran ini tentu menjadi kabar baik untuk menikmati film favorit di layar lebar. Sementara bagi investor, prospek CGV ke depan tampak menjanjikan seiring dengan strategi diversifikasi dan penguatan ekosistem digital.

Exit mobile version