Guncangan di National Australia Bank: 2.500 Karyawan Terdampak, AI dan Alih Daya Jadi Sorotan

FaktaHari – 22 Oktober 2026 | National Australia Bank (NAB) kembali menjadi pusat perhatian setelah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang akan memangkas sekitar 2.500 posisi, atau setara enam persen dari total tenaga kerjanya, pada tahun fiskal 2027. Langkah ini mengejutkan publik karena terjadi menjelang akhir tahun, dengan sekitar 1.500 karyawan diperkirakan akan kehilangan pekerjaan sebelum Natal 2026, dan sekitar 1.000 lainnya pada awal 2027. Keputusan National Australia Bank ini memicu kekhawatiran di kalangan staf yang merasa terancam oleh otomatisasi dan pengalihan pekerjaan ke luar negeri.

Seorang karyawan NAB yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka telah menduga akan ada pemutusan hubungan kerja seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan pemindahan sebagian pekerjaan ke India. “Orang-orang merasa cemas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bank telah memberi tahu staf tentang rencana memperluas tim di India yang berfokus pada digitalisasi dan penyederhanaan proses, termasuk peningkatan otomatisasi untuk mempercepat waktu penyelesaian. Karyawan lain yang telah mengundurkan diri sebelum pengumuman resmi mengatakan tidak lagi merasa aman dalam pekerjaannya. “Saya tidak bisa digantikan secara realistis untuk 5-10 tahun ke depan,” katanya, mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di antara para pekerja.

National Australia Bank beralasan bahwa keputusan ini diambil untuk menghadapi “kondisi ekonomi yang menantang” dan perlambatan pertumbuhan pendapatan. CEO NAB Andrew Irvine menyatakan bahwa perusahaan perlu menyesuaikan biaya operasional agar tetap kompetitif. Selain memangkas tenaga kerja, bank juga berencana mengurangi penggunaan konsultan dan kontraktor secara signifikan, dengan perkiraan biaya restrukturisasi sekitar 300 juta dolar Australia sebelum pajak pada tahun fiskal 2027. Langkah ini diharapkan menghasilkan penghematan tahunan sekitar 400 juta dolar Australia, atau sekitar empat persen dari biaya operasional.

Meski demikian, rencana efisiensi ini tidak lepas dari kritik. Analis Morningstar memperkirakan bahwa pengurangan tenaga kerja sebesar ini berisiko mengganggu eksekusi, terutama jika staf berpengalaman memilih mengundurkan diri secara sukarela. Hal itu dapat memperlambat inovasi dan melemahkan layanan pelanggan. Namun, Morningstar menilai perubahan ini sebagian besar menghilangkan kelebihan kapasitas yang terbentuk selama periode pertumbuhan kredit yang lebih kuat. Mereka juga mempertahankan estimasi nilai wajar NAB sebesar 33 dolar Australia per saham, meskipun sahamnya dinilai masih overvalued.

Di sisi lain, langkah National Australia Bank ini bukan satu-satunya di sektor perbankan Australia. Westpac juga mengumumkan pemutusan hubungan kerja sekitar 250 posisi bulan ini, dengan 140 di antaranya terjadi minggu ini. Westpac menegaskan bahwa peralihan ke AI bukan alasan utama perubahan tersebut, melainkan penyesuaian bentuk tenaga kerja sesuai prioritas investasi grup. Juru bicara Westpac menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan dukungan dan bantuan kepada staf yang terkena PHK.

Sejarah panjang National Australia Bank juga menarik untuk dicermati. Bank ini pernah menggunakan gedung heritage di Crows Nest, Sydney, yang dibangun pada 1972 untuk menampung salah satu komputer perbankan tercanggih di Australia. Gedung enam lantai bergaya Brutalis itu kini dijual dengan harga sekitar 35 juta dolar Australia. Dahulu, gedung tersebut menjadi pusat komputasi bagi cabang-cabang Commercial Banking Company of Sydney sebelum merger dengan National Australia Bank pada 1982. Kini, ironi memang terasa: dari gedung yang dulu melambangkan otomatisasi perbankan, NAB justru menghadapi gelombang otomatisasi yang mengancam ribuan pekerjaan.

Dengan pemangkasan besar-besaran ini, National Australia Bank berupaya menyeimbangkan antara efisiensi biaya dan investasi teknologi. Namun, dampak sosial dan psikologis bagi karyawan tetap menjadi sorotan. Publik akan menantikan bagaimana manajemen NAB menjelaskan strategi jangka panjangnya pada laporan keuangan fiskal 2026 yang dijadwalkan pada 5 November mendatang. Sementara itu, para karyawan yang terdampak hanya bisa berharap adanya transparansi dan dukungan yang memadai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Exit mobile version