Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis Green and Smart Port Demi Logistik Nasional

Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis Green and Smart Port Demi Logistik Nasional
Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis Green and Smart Port Demi Logistik Nasional

FaktaHari – 17 Juli 2026 | Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis Green and Smart Port melalui program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) 2026 yang digelar di Gresik, Jawa Timur. Program ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pelabuhan yang lebih berkelanjutan, mengintegrasikan aspek lingkungan dan teknologi digital dalam sistem kepelabuhanan nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat sistem logistik nasional, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kami mendorong pelabuhan-pelabuhan lain segera mengikuti gerakan ASRI ini. Sehingga program Presiden dapat tercapai dan ke depan juga meliputi seluruh kegiatan transportasi,” ujar Dudy dalam acara yang berlangsung Rabu, 15 Juli 2026.

Transformasi yang diusung mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, digitalisasi operasional, serta integrasi sistem logistik nasional. Kemenhub berkomitmen untuk terus mendorong penerapan nilai ASRI pada seluruh sektor transportasi secara bertahap. “Ke depan, tidak hanya transportasi laut, tetapi juga kegiatan transportasi lainnya dapat mengikuti. Dan ini akan terus kita dorong supaya gerakan ASRI dapat tercapai dengan cepat,” tambah Dudy.

Program Green and Smart Port ASRI sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama. Sistem logistik yang andal menjadi kunci distribusi pangan yang cepat, efisien, aman, dan merata di seluruh Indonesia. Sejak 2019 hingga 2025, sebanyak 41 pelabuhan telah mengikuti asesmen Green and Smart Port. Pada tahun 2026, delapan pelabuhan menerima Penghargaan Green and Smart Port, termasuk PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kalimantan Timur.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan peran strategis pelabuhan sebagai simpul sistem logistik pangan nasional. “Pelabuhan menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi, hingga daerah konsumsi. Sehingga sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan,” ujar Menko Zulkifli. Ia menambahkan bahwa transformasi sektor logistik tidak dapat dilakukan dengan cara konvensional; pembaruan bertahap diperlukan agar daya saing nasional semakin kuat.

Dengan Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis Green and Smart Port, diharapkan seluruh pelabuhan di Indonesia dapat mengadopsi prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menciptakan tata kelola pelabuhan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ke depannya, Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis Green and Smart Port akan menjadi model bagi sektor transportasi lainnya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan cerdas dalam logistik.

Kesimpulannya, transformasi pelabuhan melalui konsep Green and Smart Port merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan logistik masa depan. Dengan dukungan semua pihak, program ASRI 2026 diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis Green and Smart Port adalah kunci menuju sistem logistik nasional yang tangguh dan modern.

Exit mobile version