FaktaHari – 30 Juli 2026 | Tom Holland jujur soal karier dan perannya dalam sebuah wawancara terbaru yang menghebohkan publik. Aktor berusia 30 tahun itu mengakui ada beberapa film yang ia bintangi dan menurutnya ‘sebaiknya tidak ditonton’. Pengakuan ini mencuat saat Holland mempromosikan proyek terbarunya, sekaligus menyoroti sisi gelap industri perfilman yang jarang diungkap. Banyak penggemar terkejut mendengar pernyataan Tom Holland jujur soal karier dan perannya, terutama karena ia dikenal sebagai aktor muda yang sukses membintangi film-film blockbuster. Namun, Holland justru menunjukkan sisi rentannya, mengaku pernah terjebak dalam proyek yang tidak ia banggakan.
Dalam wawancara di podcast ‘Dish’, Holland mengungkapkan bahwa mempromosikan film menjadi jauh lebih mudah ketika ia benar-benar percaya pada kualitasnya. Sebaliknya, ia pernah mengalami situasi sulit saat harus meyakinkan penonton untuk menyaksikan film yang ia sendiri tidak sukai. ‘Ada film yang sebaiknya tidak ditonton,’ ujar Holland, tanpa menyebut judul spesifik. Pernyataan Tom Holland jujur soal karier dan perannya ini menjadi viral dan memicu spekulasi liar di media sosial. Namun, Holland menegaskan bahwa pengalaman tersebut justru membuatnya semakin selektif dalam memilih peran.
Sang aktor mengaku sangat menikmati promosi dua proyek terbarunya: The Odyssey garapan Christopher Nolan dan Spider-Man: Brand New Day. Kedua film ini, menurut Holland, adalah proyek yang ia banggakan. ‘Mempromosikan film seperti ini terasa seperti putaran kemenangan,’ katanya. Di The Odyssey, Holland berperan sebagai Telemachus, putra Odysseus, dalam adaptasi epik karya Nolan. Sementara itu, ia kembali memerankan Peter Parker di Spider-Man: Brand New Day, kelanjutan dari Spider-Man: No Way Home. Kejujuran Tom Holland jujur soal karier dan perannya mendapat respons positif dari para penggemar dan kritikus.
Lebih lanjut, Holland menjelaskan bahwa tekanan sebagai aktor seringkali membuat mereka harus mempromosikan film yang kurang berkualitas. Ia mengaku pernah berada dalam posisi di mana hati nuraninya mengatakan bahwa film tersebut tidak layak tonton, namun kewajiban kontrak memaksanya untuk tetap tersenyum di depan publik. ‘Itu adalah pengalaman yang tidak menyenangkan,’ akunya. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian itu menjadi pelajaran berharga. Kini, ia lebih berhati-hati dalam memilih naskah dan hanya mau terlibat dalam proyek yang benar-benar ia yakini.
Pengakuan Tom Holland jujur soal karier dan perannya juga menuai beragam reaksi. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya untuk berbicara terbuka, sementara yang lain berspekulasi film mana yang ia maksud. Beberapa penggemar menduga film seperti Chaos Walking atau The Lost City of Z mungkin masuk dalam daftar itu, meskipun Holland tidak mengonfirmasinya. Yang jelas, pernyataan ini telah membuka diskusi tentang etika promosi film dan kesejahteraan mental aktor di industri hiburan.
Di akhir wawancara, Holland menegaskan bahwa pengalaman pahit tersebut justru membuatnya semakin menghargai proyek-proyek yang berkualitas. Ia berjanji hanya akan tampil dalam film yang bisa ia banggakan, baik secara pribadi maupun profesional. ‘Saya ingin penonton percaya bahwa apa yang saya tawarkan adalah yang terbaik,’ pungkasnya. Semoga pengakuan ini menjadi pengingat bagi industri film untuk lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas.
