Berita  

Jaksel Sulap Lahan Sempit Jadi Sawah: 1.200 Galon Bekas Tanam Padi, Hasil Panen Cemerlang

Jaksel Sulap Lahan Sempit Jadi Sawah: 1.200 Galon Bekas Tanam Padi, Hasil Panen Cemerlang
Jaksel Sulap Lahan Sempit Jadi Sawah: 1.200 Galon Bekas Tanam Padi, Hasil Panen Cemerlang

FaktaHari – 28 Juli 2026 | Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah — sebuah inovasi yang menggabungkan ketahanan pangan dan pengelolaan sampah perkotaan. Program ini resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama DPRD DKI Jakarta di RPTRA Belimbing, Kelurahan Pasar Minggu, pada Senin, 27 Juli 2026. Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik seperti galon bekas dimanfaatkan sebagai media tanam padi.

“Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 mengenai pemilahan sampah. Sampah organik diolah menjadi pupuk untuk tanaman padi, sedangkan sampah anorganik seperti galon bekas dimanfaatkan sebagai media tanam,” ujar Syafrin. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari ide Kelurahan Pasar Minggu untuk mengoptimalkan lahan terbatas di permukiman padat penduduk. Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah, dan terbukti memberikan hasil yang menggembirakan.

Berdasarkan uji coba awal, sebanyak 350 galon bekas mampu menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah. Angka ini menunjukkan potensi besar dalam memanfaatkan lahan sempit untuk produksi pangan mandiri. “Hasil uji coba ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah hambatan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tegas Syafrin. Ke depan, program ini tidak hanya terbatas pada padi, tetapi akan dikembangkan dengan menanam palawija, cabai, pakcoy, serta tanaman obat-obatan. Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah, dan rencana replikasi ke kelurahan lain di Jakarta Selatan sudah dalam tahap persiapan.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, menekankan bahwa nilai kebersamaan dan pembinaan masyarakat menjadi inti dari kegiatan ini. “Bukan hanya hasil panen yang penting, tetapi juga proses gotong royong dan edukasi lingkungan bagi warga,” katanya. Ia menyarankan agar program dilakukan secara bertahap, dimulai dari media sederhana seperti galon bekas, lalu dikembangkan ke metode budidaya yang lebih optimal. Dukungan penuh dari pemerintah kota dan DPRD diharapkan mampu memperluas dampak positif ini.

Dengan konsep ekonomi sirkular, program ini tidak hanya mengurangi volume sampah anorganik, tetapi juga menekan laju inflasi melalui peningkatan produksi pangan lokal. Warga setempat menyambut antusias inovasi ini, yang dinilai praktis dan mudah diterapkan di rumah masing-masing. Pemerintah kota menargetkan agar pola tanam mandiri dan pengelolaan sampah ini dapat diterapkan secara masif di seluruh wilayah Jakarta Selatan, sehingga kebutuhan pangan warga terpenuhi secara berkelanjutan meskipun dalam keterbatasan lahan. Jaksel tanam padi di 1.200 galon bekas, lahan sempit disulap jadi sawah — sebuah langkah nyata menuju kemandirian pangan perkotaan.

Exit mobile version