Berita  

Polisi Pastikan Ledakan di Rumah Grand Polonia Medan Bukan dari Bom, Ini Penyebabnya

Polisi Pastikan Ledakan di Rumah Grand Polonia Medan Bukan dari Bom, Ini Penyebabnya
Polisi Pastikan Ledakan di Rumah Grand Polonia Medan Bukan dari Bom, Ini Penyebabnya

FaktaHari – 23 Juli 2026 | Polisi pastikan ledakan di rumah Grand Polonia Medan bukan dari bom [titlebase] melainkan akibat kebocoran gas metana yang memicu detonasi dahsyat. Kesimpulan ini didapat setelah Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan serangkaian uji laboratorium. Ledakan yang terjadi pada Senin, 10 Juli 2026 itu menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya, serta merusak sejumlah rumah di sekitarnya.

Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menggunakan alat Dräger mendeteksi adanya gas metana (CH4) di lokasi. “Hasil pemeriksaan menggunakan alat Dräger terdeteksi mengandung gas CH4 atau metana,” ujarnya. Gas tersebut memenuhi salah satu ruangan di dalam rumah hingga mencapai titik jenuh, lalu terdetonasi akibat percikan api dari pemantik atau sakelar listrik.

AKBP Roy Tenno Siburian, Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, menambahkan bahwa ciri khas ledakan gas berbeda dengan bom. “Kalau bom itu kan selalu ada pusat ledakan, di mana bom itu ditaruh. Dari sana, nanti sumber rusaknya ke segala arah. Tapi, kalau di gas tidak ada. Semua ruangan itu rusak. Jadi menyebar. Itu perbedaan antara detonasi gas dengan bom,” terangnya. Tim Labfor juga mengambil sampel udara dan memeriksanya dengan Gas Kromatografi-Spektrometri yang mengonfirmasi keberadaan gas metana.

Polisi pastikan ledakan di rumah Grand Polonia Medan bukan dari bom [titlebase] setelah penyelidikan mendalam. Polda Sumut bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) kini menyelidiki titik kebocoran pipa gas tanam yang diduga menjadi sumber pelepasan gas. Pipa-pipa tersebut tertanam di dalam tembok dan belum pernah direnovasi sejak awal pemasangan. Petugas akan melakukan uji kebocoran (leak test) pada seluruh saluran, mulai dari meteran hingga ke lantai atas.

Menurut keterangan pemilik rumah, terdapat tiga terminal gas yang dipasang: satu untuk kompor di lantai 1, satu kompor di lantai 4, dan satu untuk genset. Kompor di lantai atas jarang digunakan, namun saluran gas tetap aktif. Hal ini meningkatkan risiko akumulasi gas jika terjadi kebocoran. Akibat ledakan, bangunan rumah rata dengan tanah dan beberapa rumah tetangga mengalami kerusakan parah.

Dengan temuan ini, polisi pastikan ledakan di rumah Grand Polonia Medan bukan dari bom [titlebase], melainkan murni insiden kebocoran gas. Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa instalasi gas di rumah masing-masing dan segera melaporkan jika mencium bau gas atau menduga adanya kebocoran. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebocoran dan kemungkinan kelalaian teknis.

Kesimpulannya, ledakan mematikan di Grand Polonia Medan telah terungkap sebagai kecelakaan gas metana, bukan aksi teror atau bom. Proses investigasi terus berjalan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Exit mobile version