FaktaHari – 17 Juli 2026 | Mini Exhibition Confluence 2026 di Singkawang Tampilkan Karya Tanah Liat Sarat Nilai Budaya menjadi sorotan publik sejak dibuka pada 12 Juli 2026 di Rumangsa Kopi Singkawang. Pameran yang berlangsung hingga 20 Juli 2026 ini digagas oleh Lubang Tanah Kolektif dan menghadirkan puluhan karya seni kontemporer berbahan dasar tanah liat. Setiap karya tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya lokal yang diangkat dari tradisi keramik guci khas Singkawang.
Acara berskala internasional ini melibatkan seniman dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia. Mereka berkolaborasi dalam riset dan eksplorasi mendalam untuk membangkitkan kembali eksistensi keramik guci setempat melalui inovasi bentuk dan gagasan baru. Mini Exhibition Confluence 2026 di Singkawang Tampilkan Karya Tanah Liat Sarat Nilai Budaya menjadi wadah bagi para seniman untuk saling bertukar ide dan teknik, memperkaya khazanah seni rupa kontemporer Indonesia.
Pembukaan resmi pada Minggu malam dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Chantal Novyanti, yang mewakili Wali Kota Singkawang. Acara diawali dengan pertunjukan teatrikal dari seniman Yogyakarta yang menggambarkan filosofi proses pembuatan guci tanah liat. Dalam sambutannya, Chantal menegaskan pentingnya kreativitas yang berbasis pada akar budaya. “Kami berharap pertemuan dengan latar belakang dan imajinasi yang berbeda ini mampu melahirkan inovasi yang berkontribusi langsung pada sektor seni dan ekonomi kreatif,” ujarnya. Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen memperkuat ruang ekspresi agar kota ini menjadi destinasi kreatif yang diperhitungkan di Indonesia.
Ketua Panitia Confluence 2026, Yeri Yolanda, menjelaskan bahwa pemilihan media tanah liat merupakan upaya menjaga kelestarian keramik tradisional Singkawang. “Kami bersama para seniman terus mengeksplorasi seni keramik guci Singkawang, baik dari sisi bentuk, ide, maupun nilainya. Tujuannya agar warisan ini terus berkembang, relevan dengan zaman, dan semakin dikenal luas,” pungkas Yeri. Mini Exhibition Confluence 2026 di Singkawang Tampilkan Karya Tanah Liat Sarat Nilai Budaya menjadi bukti nyata bahwa seni tanah liat tidak hanya sebagai kerajinan, tetapi juga medium ekspresi kontemporer yang bernilai tinggi.
Para pengunjung pameran dapat melihat beragam karya, mulai dari guci-guci modern dengan sentuhan abstrak hingga instalasi interaktif yang mengajak penonton merenungkan hubungan manusia dengan tanah. Setiap sudut Rumangsa Kopi dihiasi dengan kreasi yang menggabungkan teknik tradisional dan pendekatan artistik masa kini. Tak heran jika Mini Exhibition Confluence 2026 di Singkawang Tampilkan Karya Tanah Liat Sarat Nilai Budaya menjadi magnet bagi pecinta seni dan wisatawan yang ingin menyaksikan perpaduan budaya dan seni modern.
Selain pameran utama, acara ini juga menghadirkan diskusi dan workshop yang melibatkan seniman dan masyarakat umum. Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah kota agar ajang ini tidak sekadar tempat berkumpul, melainkan menjadi ruang diskusi produktif bagi seniman lintas generasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul ide-ide segar yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Singkawang.
Secara keseluruhan, Mini Exhibition Confluence 2026 di Singkawang Tampilkan Karya Tanah Liat Sarat Nilai Budaya berhasil menyajikan pesta seni yang menginspirasi. Dengan mengangkat warisan lokal keramik guci, pameran ini membuktikan bahwa tradisi dapat berpadu dengan inovasi tanpa kehilangan esensinya. Singkawang kini semakin mantap melangkah sebagai kota kreatif yang patut diperhitungkan, dan acara ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan tersebut.











