FaktaHari – 16 Juli 2026 | Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada semester I 2026 yang menggembirakan. BKPM Investasi Semester I Serap Hampir 1,45 Juta Pekerja LPP RRI, menandai peningkatan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyatakan bahwa investasi baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) telah membuka lapangan kerja bagi 1.448.862 orang, naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Paling penting adalah kita bisa lihat di sini penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang. Atau kurang lebih peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Menteri Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (16/1/2026). Realisasi investasi semester I tercatat sebesar Rp1.010,6 triliun, terdiri dari PMDN Rp502,9 triliun dan PMA Rp507,6 triliun. Angka ini menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap perekonomian Indonesia.
BKPM Investasi Semester I Serap Hampir 1,45 Juta Pekerja LPP RRI menjadi bukti nyata bahwa iklim investasi di Indonesia semakin kondusif. Menteri Rosan menjelaskan bahwa komunikasi yang intensif antara pemerintah dan calon investor menjadi kunci utama. “Yang paling mereka sampaikan, mereka tahu untuk berinvestasi pasti ada risiko. Pasti ada risikonya. Tetapi selama risiko itu adalah risiko yang mereka bilang itu terukur atau calculated risk,” ujarnya. Investor menilai Indonesia lebih stabil dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Malaysia, baik dari segi pertumbuhan ekonomi, politik, maupun sosial.
Pemerintah terus mendorong hilirisasi dan investasi di berbagai sektor strategis. Realisasi investasi pada semester II tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp511,8 triliun, dengan rincian PMDN Rp254,1 triliun dan PMA Rp254,1 triliun. Stabilitas menjadi faktor kunci yang membuat investor memilih Indonesia. “Mereka melihat di Indonesia ini relatif stabil dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya … sehingga faktor kestabilan menjadi hal kunci utama,” tambah Menteri Rosan.
Dengan capaian ini, BKPM optimistis target investasi tahun 2026 dapat tercapai. Penyerapan tenaga kerja yang hampir 1,45 juta orang pada semester I saja menunjukkan dampak positif investasi terhadap perekonomian nasional. Peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya menandakan tren positif yang harus terus dijaga. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki iklim investasi melalui kemudahan perizinan, insentif, dan kepastian hukum.
Ke depannya, BKPM akan fokus pada sektor-sektor padat karya dan bernilai tambah tinggi. Investasi tidak hanya diukur dari nominal, tetapi juga dari kemampuannya menyerap tenaga kerja dan mentransfer teknologi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
BKPM Investasi Semester I Serap Hampir 1,45 Juta Pekerja LPP RRI menjadi capaian yang patut diapresiasi. Namun, tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan persaingan antarnegara tetap harus diantisipasi. Pemerintah akan terus mengoptimalkan potensi dalam negeri dan menjalin kerja sama internasional untuk mempertahankan momentum investasi. Dengan stabilitas yang terjaga dan kebijakan yang pro-investasi, Indonesia diyakini mampu menjadi tujuan investasi utama di kawasan.











