Djokovic Memuji Gerakan Mahasiswa, Serbia Berubah Arah Setelah 12 Tahun

Djokovic Memuji Gerakan Mahasiswa, Serbia Berubah Arah Setelah 12 Tahun
Djokovic Memuji Gerakan Mahasiswa, Serbia Berubah Arah Setelah 12 Tahun

FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Serbia mencatat babak baru dalam sejarah politiknya setelah koalisi oposisi yang digerakkan oleh mahasiswa, Daftar Mahasiswa, memenangkan pemilihan parlemen awal pada Minggu (25/10). Kemenangan ini mengakhiri dominasi Partai Progresif Serbia (SNS) yang dipimpin Aleksandar Vučić selama 12 tahun terakhir. Perubahan lanskap politik Serbia ini mendapat perhatian luas, termasuk dari publik figur seperti petenis Novak Djokovic.

Djokovic, yang tengah mengikuti turnamen Basel Indoor ATP, menyatakan dukungannya secara terbuka. “Saya sangat menghormati para mahasiswa dan generasi muda yang berjuang dengan martabat dan ketekunan luar biasa di bawah tekanan besar,” ujarnya kepada media independen Danas. Ia menambahkan bahwa mereka telah menciptakan rasa bangga di kalangan masyarakat Serbia, baik di dalam maupun luar negeri. Djokovic berharap masa depan yang sejahtera bagi negaranya.

Dukungan Djokovic bukan hal baru. Pada Desember 2024, saat gerakan mahasiswa baru lahir setelah tragedi runtuhnya kanopi Stasiun Novi Sad yang menewaskan 16 orang, ia sudah menyatakan dukungan. Akibatnya, ia sempat dikritik oleh media pro-pemerintah dan dituduh sebagai “patriot palsu” yang menginginkan “revolusi warna.”

Gerakan mahasiswa sendiri bermula dari tuntutan akuntabilitas atas tragedi Novi Sad. Aksi protes berkembang menjadi gelombang demonstrasi nasional, pendudukan kampus, dan seruan perubahan politik. Meskipun tanpa pemimpin tunggal, gerakan ini berhasil membangun solidaritas dan mobilisasi warga untuk mengawal proses pemilu. Kemenangan Daftar Mahasiswa dengan sekitar 53% suara mengalahkan SNS yang hanya meraih 39,2% suara. Vučić mengakui kekalahan, sementara para pemenang berjanji memulihkan supremasi hukum, demokrasi, dan memberantas korupsi.

Ilija Srdanovic, salah satu pemimpin Daftar Mahasiswa, dalam wawancara dengan Radio Eropa Bebas, menegaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan dialog mengenai Kosovo-Metohija dan implementasi Perjanjian Brussels 2013 yang difasilitasi Uni Eropa. Ia juga menegaskan komitmen terhadap integrasi Eropa, dengan memastikan warga Serbia mendapat informasi yang lebih baik tentang manfaat keanggotaan UE. Mengenai hubungan dengan Rusia, Srdanovic menekankan pentingnya dialog terbuka dan menghindari revanchisme. Ia menyayangkan tanggung jawab pemerintah transisi atas kondisi keamanan saat ini.

Kardinal Uskup Agung Beograd, László Német, menyebut hasil pemilu sebagai “ekspresi baru demokrasi.” Ia memuji keberanian generasi muda yang telah menciptakan sesuatu yang benar-benar baru melalui media sosial dan menghubungkan berbagai sektor masyarakat. “Hari ini ada harapan bahwa situasi akan berubah,” ujarnya. Ia juga menyoroti perpecahan yang terjadi dalam keluarga, di mana generasi muda mendukung mahasiswa sementara para lansia cenderung mendukung rezim lama. Gereja Katolik Serbia, meski kecil, berperan penting dalam mendorong dialog dan kohesi sosial.

Daftar Mahasiswa terdiri dari 250 kandidat dari berbagai latar belakang profesi dan wilayah. Mereka mendeklarasikan diri sebagai majelis demokratis akar rumput dan saat ini berperan sebagai pemerintah transisi. Program konkret dan susunan kabinet belum diumumkan, tetapi fokus utama mereka adalah memberantas korupsi dan memulihkan kepercayaan publik.

Perubahan politik di Serbia ini juga mendapat sorotan internasional. Duta Besar untuk Serbia, Gori, menghadiri pembukaan pameran “The Energy Shift” yang menyoroti transisi energi, menandakan minat komunitas internasional terhadap arah baru Serbia. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga stabilitas dan memenuhi ekspektasi publik akan perubahan nyata.

Dengan kemenangan bersejarah ini, Serbia memasuki fase baru yang penuh harapan namun juga ujian. Mampukah gerakan mahasiswa mengubah protes jalanan menjadi kebijakan yang berdampak? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: suara rakyat Serbia telah bergema, dan dunia menyaksikannya.

Exit mobile version