Tiga Nama Caketum PBNU dari Jawa Tengah Mencuat, PWNU Jateng Belum Tentukan Sikap

Tiga Nama Caketum PBNU dari Jawa Tengah Mencuat, PWNU Jateng Belum Tentukan Sikap
Tiga Nama Caketum PBNU dari Jawa Tengah Mencuat, PWNU Jateng Belum Tentukan Sikap

FaktaHari – 22 Juli 2026 | Tiga nama caketum PBNU dari Jawa Tengah mencuat, PWNU Jateng belum tentukan sikap. Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, semakin memanas. Dari Jawa Tengah, setidaknya tiga tokoh disebut-sebut siap maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU): KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang saat ini masih menjabat sebagai ketua umum, Pengasuh Pondok Pesantren API Magelang KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan Ketua Umum PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).

Menanggapi maraknya isu tersebut, Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Muzammil menegaskan bahwa pihaknya belum melakukan pembahasan resmi terkait nama-nama bakal calon. “Setidaknya dari Jawa Tengah telah beredar luas melalui media massa tiga nama calon, yakni Gus Yahya, Gus Yusuf, dan Gus Rozin. Kami belum rapat secara resmi membahas nama-nama bakal calon baik dari Jawa Tengah maupun dari wilayah lainnya di tanah air,” ujar Muzammil, Rabu (22/7/2026). Menurut dia, PWNU Jawa Tengah baru akan menggelar rapat resmi setelah menerima undangan serta draf materi Muktamar dari PBNU.

Fenomena tiga nama caketum PBNU dari Jawa Tengah mencuat dan PWNU Jateng belum tentukan sikap ini justru disambut positif oleh PBNU. Katib Aam PBNU Prof. Mohamad Nuh menilai banyaknya kandidat menunjukkan bahwa NU tidak kekurangan kader pemimpin. “Intinya kalau ada saudara kita yang berkeinginan ikut mengeluarkan energinya untuk berpartisipasi mengelola Nahdlatul Ulama, itu welcome. Itu sangat baik, menandakan kita tidak defisit kandidat,” kata Nuh di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Selasa (21/7/2026). Ia menambahkan bahwa NU memiliki banyak potensi kepemimpinan dan tidak boleh terkesan kekurangan calon.

Di samping tiga nama dari Jawa Tengah, bursa calon Ketua Umum PBNU juga diramaikan oleh tokoh-tokoh lain, seperti Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang resmi ditugaskan oleh PWNU Jatim setelah mendapat dukungan dari 42 dari 45 PCNU se-Jatim. Gus Kikin menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut meskipun sebelumnya tidak berniat mencalonkan diri. “Saya sebetulnya tidak banyak tahu apa yang akan dilakukan. Begitu masuk acara, saya langsung didaulat dan diberi tugas itu. Jadi saya harus menyiapkan diri,” katanya di Surabaya.

Kembali ke isu tiga nama caketum PBNU dari Jawa Tengah mencuat dan PWNU Jateng belum tentukan sikap, Muzammil mengimbau seluruh peserta Muktamar dari tingkat PCNU untuk mempersiapkan diri secara organisatoris dan spiritual. Ia meminta agar digelar lailatul ijtima dan istighotsah di kantor PCNU, pondok pesantren, maupun madrasah masing-masing agar Muktamar berjalan sesuai Muqadimah Qanun Asasi, Mabadi Khoiru Ummah, Khittah Nahdliyah, serta AD/ART organisasi.

Kompetisi menuju kursi kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 ini diharapkan berlangsung sehat dan tetap menjunjung tinggi tradisi persatuan NU. Gus Kikin menekankan pentingnya kebersamaan dan soliditas. “Di NU itu tidak cukup hanya berkumpul secara fisik, tetapi hati dan jiwa juga harus bersatu. Nilai kebersamaan itu yang selama ini terus kami bangun di PWNU Jawa Timur,” tuturnya. Semangat serupa diharapkan juga terjaga di Jawa Tengah, meskipun hingga kini tiga nama caketum PBNU dari Jawa Tengah mencuat dan PWNU Jateng belum tentukan sikap secara resmi.

Dengan demikian, peta persaingan menjelang Muktamar ke-35 NU semakin menarik. Keputusan PWNU Jawa Tengah nantinya akan menjadi penentu arah dukungan dari salah satu basis terbesar NU. Para pengamat menilai bahwa langkah PWNU Jateng akan sangat dinantikan karena dapat memengaruhi peta kekuatan di forum tertinggi organisasi.

Exit mobile version