FaktaHari – 17 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian untuk turut serta membantu Badan Gizi Nasional (BGN) dalam membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah Presiden mendengarkan berbagai masukan dan kendala dalam pelaksanaan program prioritas tersebut. Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Dalam rapat tersebut, Kepala Negara memberikan perhatian serius terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi program MBG. Presiden Prabowo meminta seluruh kementerian bantu BGN benahi MBG, dengan fokus pada perbaikan tata kelola dan data penerima manfaat. “Beliau mendengarkan semua masukan dari peserta rapat. Bagi kami pimpinan BGN, ini adalah perintah beliau kepada seluruh kementerian untuk membantu BGN membenahi program ini,” ujar Agustina.
Agustina mengakui bahwa perbaikan tata kelola MBG memiliki tantangan tersendiri, mengingat program ini menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah pembenahan data. Dengan data yang akurat, Presiden Prabowo dapat mengambil keputusan strategis yang tepat. “Setuju semua diperbaiki, data dulu supaya Presiden bisa mengambil keputusan yang tepat. Beliau benar-benar meminta agar dikaji,” jelasnya.
Instruksi Presiden Prabowo minta seluruh kementerian bantu BGN benahi MBG menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas program gizi nasional. Keterlibatan lintas kementerian diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan, terutama dalam aspek distribusi, pengawasan, dan akurasi data. Agustina menambahkan bahwa BGN akan segera mengoordinasikan langkah-langkah teknis dengan kementerian terkait. “Kami akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, dan lainnya untuk memastikan data penerima manfaat valid dan tepat sasaran,” katanya.
Presiden Prabowo minta seluruh kementerian bantu BGN benahi MBG juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Dalam ratas, Presiden mengingatkan agar setiap kementerian berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing. Misalnya, Kementerian Pertanian dapat mendukung pasokan bahan pangan bergizi, sementara Kementerian Kesehatan memberikan panduan gizi. Sinergi ini diharapkan dapat mengatasi hambatan seperti keterbatasan anggaran dan infrastruktur di daerah.
Seiring dengan instruksi tersebut, BGN akan melakukan kajian menyeluruh terhadap data tata kelola MBG. Kajian ini mencakup aspek jumlah penerima, jangkauan geografis, serta efektivitas penyaluran. Presiden Prabowo minta seluruh kementerian bantu BGN benahi MBG agar program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan. “Kami optimis dengan dukungan semua pihak, program MBG bisa lebih baik ke depannya,” ujar Agustina.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga menegaskan bahwa instruksi Presiden Prabowo kepada seluruh kementerian untuk membantu BGN membenahi MBG merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani masalah gizi. Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan perbaikan yang sistematis, diharapkan target penurunan stunting dan peningkatan gizi masyarakat dapat tercapai.
Kesimpulannya, langkah Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh kementerian untuk berpartisipasi dalam pembenahan MBG menunjukkan model pemerintahan yang kolaboratif. Pembenahan data menjadi langkah awal yang kritis, dan sinergi lintas sektor akan menjadi kunci keberhasilan. Masyarakat pun berharap program MBG dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran ke depannya.











