FaktaHari – 17 Juli 2026 | Pakistan kembali menegaskan seruan perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Kamis (16/7/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi mendesak kedua negara untuk segera menghentikan serangan militer dan kekerasan yang terus berlangsung. Seruan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Islamabad sebagai mediator regional. Pakistan Desak AS-Iran Hentikan Konflik dan Kembali Berunding LPP RRI menjadi fokus utama diplomasi Pakistan dalam beberapa pekan terakhir.
Seruan ini disampaikan saat AS dan Iran masih terlibat saling serang menggunakan rudal akibat meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz. Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad pada bulan lalu, yang memberikan waktu 60 hari untuk melakukan perundingan menuju kesepakatan akhir. Namun, implementasi kesepakatan tersebut menghadapi sejumlah tantangan.
Andrabi menekankan bahwa MoU Islamabad tetap menjadi kerangka kerja penting untuk mendorong perdamaian, saling menghormati, dan kesejahteraan bersama. Pakistan tetap mendorong seluruh pihak untuk menghentikan kekerasan dan kembali melakukan perundingan teknis sesuai dengan isi MoU. Pakistan Desak AS-Iran Hentikan Konflik dan Kembali Berunding LPP RRI merupakan panggilan yang terus digaungkan dalam setiap forum internasional.
Selain konflik bilateral, Pakistan juga menyoroti dampak meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Andrabi mengatakan bahwa banyak negara, terutama dari kawasan Global South, mengalami dampak negatif akibat situasi tersebut. Gangguan di jalur pelayaran strategis ini dapat memengaruhi pasokan energi global, perdagangan internasional, serta ketahanan pangan.
Pakistan menyerukan agar kondisi di Selat Hormuz segera kembali normal. Islamabad juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan, keamanan, dan kebebasan navigasi maritim. Dalam pernyataannya, Andrabi menegaskan bahwa Pakistan akan terus menjalankan peran sebagai mediator untuk membantu menurunkan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Pakistan menilai bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui proses negosiasi. Oleh karena itu, Islamabad mendorong kedua negara untuk kembali ke jalur diplomasi guna mencapai penyelesaian damai. Pakistan Desak AS-Iran Hentikan Konflik dan Kembali Berunding LPP RRI bukan sekadar retorika, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak.
Sebagai kesimpulan, Pakistan mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah tidak hanya merugikan AS dan Iran, tetapi juga stabilitas global. Islamabad berharap agar para pemimpin di Washington dan Teheran mendengarkan seruan akal sehat dan kembali ke meja perundingan. Hanya melalui dialog yang konstruktif, perdamaian abadi dapat terwujud.











