FaktaHari – 02 November 2026 | Al-Ittihad Jeddah akan menjamu Al-Ain dari Uni Emirat Arab dalam pertandingan keempat Grup Wilayah Barat AFC Champions League Elite 2026-2027. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 November 2026, pukul 19.15 waktu setempat di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah. Al-Ittihad Jeddah datang dengan misi bangkit setelah kekalahan 2-1 dari Shabab Al-Ahli, dan ingin memanfaatkan dukungan suporter untuk meraih hasil positif melawan pemuncak klasemen sementara.
Pelatih Al-Ittihad Jeddah, Jens Wissing, mengakui kekuatan lawan namun menegaskan timnya juga memiliki kualitas. “Kami akan menghadapi tim yang kuat, tetapi jangan lupa tim kami juga kuat. Kami masih dalam proses pengembangan. Musim masih panjang dan kami masih punya banyak hal untuk ditawarkan,” ujarnya dalam konferensi pers. Wissing menyoroti pentingnya bangkit setelah kekalahan dari Shabab Al-Ahli dan hasil imbang 1-1 melawan Abha di Liga Pro Saudi. Ia menilai timnya telah mempelajari kekuatan dan kelemahan Al-Ain dan siap memanfaatkan celah yang ada.
Di kubu Al-Ain, pelatih Vladimir Ivic menyatakan kesiapan timnya untuk meraih kemenangan. “Persiapan berjalan sesuai rencana. Kami fokus memberikan performa terbaik melawan tim kuat dengan basis penggemar besar. Kami bertekad meraih tiga poin dan melanjutkan tren positif,” kata Ivic. Al-Ain saat ini memimpin klasemen Wilayah Barat dengan 9 poin dari tiga kemenangan beruntun, mencetak 10 gol dan hanya kebobolan 2 kali. Sementara itu, Al-Ittihad Jeddah mengoleksi 4 poin dari tiga laga dan berada di peringkat kedelapan.
Wissing juga mengungkapkan bahwa timnya telah memainkan 17 pertandingan sejak awal musim, sehingga ia perlu mengelola beban kerja para penyerang seperti George Ilenikhena, Youssef En-Nesyri, dan Saleh Al-Shehri. “Sulit bagi pemain yang sama untuk bermain setiap tiga hari,” jelasnya. Ia memuji semangat kerja sama di antara para penyerang dan menyebut kontribusi positif Al-Shehri di ruang ganti meskipun menit bermainnya terbatas. Gelandang Mukhtar Ali menambahkan bahwa para pemain antusias menghadapi Al-Ain dan bertekad memberikan kemenangan untuk para penggemar.
Al-Ittihad Jeddah juga harus kehilangan Richard Ríos yang mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Abha. Meski demikian, Wissing tetap optimistis dengan sumber daya yang ada. Ia menekankan bahwa timnya sedang dalam periode pengembangan dan fokus pada perbaikan kesalahan jelang laga melawan Al-Ain. Duel ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki motivasi berbeda: Al-Ain ingin mempertahankan rekor sempurna, sedangkan Al-Ittihad Jeddah berambisi bangkit di hadapan pendukung sendiri.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari suporter, Al-Ittihad Jeddah berpeluang besar meraih poin penuh. Namun, Al-Ain yang sedang on fire tentu tidak akan menyerah begitu saja. Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi karakter dan kualitas skuad asuhan Jens Wissing. Mampukah Al-Ittihad Jeddah membalikkan prediksi dan meraih kemenangan penting di kandang? Jawabannya akan terlihat di lapangan hijau King Abdullah Sports City.











