FaktaHari – 02 November 2026 | Suporter setia Persija Jakarta, The Jakmania, kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena dukungan meriah mereka, melainkan karena sanksi tegas yang melarang kehadiran mereka di stadion. Larangan tersebut merupakan buntut dari insiden kericuhan yang melibatkan The Jakmania dan pendukung Persita Tangerang di Banten International Stadium (BIS) pada 17 Oktober 2026 lalu. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persija berupa larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang atau setara setengah musim kompetisi BRI Super League 2026/2027. Sanksi ini tertuang dalam hasil sidang Komdis PSSI tertanggal 20 Oktober 2026.
Menjelang laga tandang melawan Dewa United Banten FC pada Sabtu (31/10/2026), Polda Banten secara khusus mengimbau The Jakmania untuk tidak hadir di BIS. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menegaskan pentingnya mematuhi sanksi yang telah ditetapkan. “Kami mengimbau kepada seluruh suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, untuk mematuhi dan menghormati sanksi yang telah ditetapkan oleh Komdis PSSI. Kami berharap tidak ada suporter tim tamu yang datang ke Banten International Stadium untuk menyaksikan pertandingan secara langsung,” ujarnya. Imbauan ini bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah potensi gesekan antarsuporter.
Meski tanpa dukungan langsung The Jakmania, Persija tetap harus melakoni pertandingan melawan Dewa United. Laga berjalan sengit sejak awal. Persija membuka keunggulan pada menit keempat melalui gol cepat Rayhan Hannan yang memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah menerima bola dari Alexander Jeremejeff. Keunggulan 1-0 membuat Macan Kemayoran tampil percaya diri. Namun, Dewa United tidak tinggal diam. Tuan rumah terus menekan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-42 melalui sundulan Denilson Junior memanfaatkan umpan Edo Febriansyah. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin panas. Persija mendapat pukulan berat setelah Doni Tri Pamungkas menerima kartu kuning kedua pada menit ke-65 dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan sepuluh pemain, Persija terpaksa mengubah strategi dan lebih fokus bertahan. Kedua pelatih melakukan pergantian pemain untuk mengubah jalannya pertandingan. Persija memasukkan Jordi Amat dan Pratama Arhan, sementara Dewa United memperkuat lini serang dengan Alexis Messidoro, Egy Maulana Vikri, dan Ricky Kambuaya. Meski Persija berusaha mengejar ketertinggalan, pertahanan Dewa United solid hingga wasit meniup peluit panjang. Dewa United menang 2-1 dan naik ke peringkat kedua dengan 17 poin, sementara Persija tetap di puncak dengan 18 poin, hanya selisih satu angka.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyikapi sanksi tanpa The Jakmania dengan bijak. Ia berharap situasi ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak. “Semoga ini jadi pembelajaran,” ucapnya singkat. Shin Tae-yong menyadari bahwa sanksi ini tidak lepas dari perilaku suporter itu sendiri. Ia pun tidak banyak mengeluh dan fokus mempersiapkan tim untuk laga-laga selanjutnya.
Polda Banten juga mengingatkan The Jakmania agar tidak melakukan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum. Sebagai alternatif, suporter tetap bisa memberikan dukungan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) di tempat masing-masing. “Silakan memberikan dukungan melalui kegiatan nonton bareng di tempat masing-masing. Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan antarsuporter,” tambah Maruli. Ia menekankan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang mempererat persaudaraan, bukan pemicu perselisihan.
Kekalahan Persija dari Dewa United semakin lengkap dengan absennya The Jakmania di tribun. Meski demikian, baik pihak kepolisian maupun klub berharap sanksi ini menjadi momentum evaluasi bagi suporter. Dukungan tetap bisa diberikan tanpa harus melanggar aturan. Sepak bola Indonesia perlu menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan. The Jakmania diharapkan dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan kembali memberikan dukungan positif di masa depan.











