FaktaHari – 02 November 2026 | Laga mu vs chelsea pada pekan kesembilan Liga Inggris 2026/2027 berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi Manchester United. Bermain di Stamford Bridge, London, Sabtu (31/10/2026) malam WIB, Setan Merah takluk 0-2 dari tuan rumah Chelsea. Hasil ini memperpanjang mimpi buruk MU yang kini sudah sembilan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi, dengan rincian tiga kali imbang dan enam kali kalah. Dalam duel mu vs chelsea tersebut, dua gol Chelsea lahir di babak kedua melalui aksi individu Morgan Rogers dan eksekusi penalti Cole Palmer, sementara MU harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Lisandro Martinez menerima kartu merah.
Kekalahan ini membuat Manchester United tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin dari sembilan laga, hanya satu kemenangan, tiga imbang, dan lima kekalahan. Posisi mereka semakin mendekati zona degradasi. Sebaliknya, Chelsea naik ke peringkat keempat dengan 16 poin. Tekanan terhadap pelatih Michael Carrick pun semakin besar, dan ia disebut-sebut kian dekat dengan pintu keluar Old Trafford.
Jalannya pertandingan mu vs chelsea sebenarnya berlangsung seimbang di babak pertama. MU yang diperkuat kembali Bruno Fernandes dan Amad Diallo beberapa kali menciptakan peluang lewat serangan balik. Pada menit ke-18, Bruno mendapat umpan silang dari Bryan Mbeumo, tetapi tembakan kaki kirinya dari dalam kotak penalti melambung di atas mistar. Amad juga sempat mengancam, namun kiper Chelsea Mike Penders mampu mengamankan gawangnya. Chelsea melalui Estevao beberapa kali merepotkan lini belakang MU, tetapi kiper Senne Lammens tampil sigap. Gol Matheus Cunha pada menit ke-34 dianulir karena offside, begitu pula gol Estevao, sehingga babak pertama berakhir 0-0.
Memasuki babak kedua, Chelsea meningkatkan intensitas. Pada menit ke-50, Morgan Rogers memanfaatkan umpan pendek Romeo Lavia, melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti, dan melepaskan tembakan cungkil yang gagal diantisipasi Lammens. Gol pembuka itu mengubah dinamika pertandingan. Chelsea mendominasi penguasaan bola hingga 59 persen dengan 17 tembakan, sedangkan MU hanya 41 persen dan 12 tembakan.
Petaka bagi MU datang pada menit ke-62. Dalam situasi sepak pojok, Lisandro Martinez mengangkat tangan dan mengenai wajah Wesley Fofana di dalam kotak penalti. Wasit yang meninjau melalui VAR memberikan penalti kepada Chelsea dan kartu kuning kedua bagi Martinez, yang langsung berujung kartu merah. Cole Palmer yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Lammens, meski arah tembakannya sempat terbaca. Skor berubah 2-0 pada menit ke-64.
Kartu merah Martinez memicu kritik tajam. Mantan pemain Chelsea Joe Cole menilai bek asal Argentina itu sudah tidak memiliki masa depan di Manchester United. “Seperti apa pun bentuk Manchester United berikutnya nanti, saya pikir masa Lisandro Martinez di klub ini sudah berakhir. Kita tahu dia pernah tampil luar biasa bersama Timnas Argentina dan meraih sejumlah pencapaian hebat,” ujar Cole saat menjadi komentator untuk TNT Sports. Menurutnya, kesalahan Martinez terlalu sering merugikan Setan Merah.
Meski bermain dengan sepuluh pemain, MU berusaha mengejar. Peluang terbaik hadir pada masa injury time melalui tendangan voli Mbeumo, namun bola membentur mistar gawang setelah lebih dulu mengenai ujung jari kiper Chelsea. Hingga peluit panjang, skor 2-0 untuk kemenangan Chelsea tidak berubah.
Usai pertandingan, kapten MU Bruno Fernandes terlihat emosional saat memberikan tepuk tangan kepada para pendukung yang hadir di Stamford Bridge. Ia bahkan tampak berusaha menahan air mata. Momen tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan betapa beratnya beban hasil buruk yang kembali dialami MU. Sikap suporter kali ini juga berbeda dibandingkan kekalahan dari Bournemouth pekan lalu, di mana mereka sempat mencemooh para pemain. Kini, dukungan moral justru mengalir untuk Fernandes dan rekan-rekannya.
Kekalahan dalam mu vs chelsea ini menegaskan tren terburuk Manchester United dalam beberapa tahun terakhir. Tanpa kemenangan dalam sembilan laga, tekanan terhadap Carrick semakin tidak terbendung. Manajemen klub dihadapkan pada keputusan sulit: memberikan kesempatan hingga akhir musim atau segera mencari pengganti. Sementara itu, Chelsea menunjukkan konsistensi dan kembali ke jalur kemenangan untuk bersaing di papan atas.
Bagi MU, masalah utama bukan hanya soal hasil, tetapi juga hilangnya kendali permainan di babak kedua, lemahnya penyelesaian akhir, dan disiplin pemain yang buruk. Kartu merah Martinez menjadi cermin dari tekanan yang membuat para pemain kehilangan fokus. Dengan jadwal yang semakin padat, MU harus segera menemukan solusi jika tidak ingin terpuruk lebih dalam. Pertandingan mu vs chelsea akan dikenang sebagai salah satu momen paling kelam dalam perjalanan musim ini, sekaligus titik di mana dukungan suporter dan air mata kapten menjadi simbol harapan yang tersisa.











