Saham Alphabet Inc. Ambles 13 Persen, US$482 Miliar Menguap dalam Sehari!

Saham Alphabet Inc. Ambles 13 Persen, US$482 Miliar Menguap dalam Sehari!
Saham Alphabet Inc. Ambles 13 Persen, US$482 Miliar Menguap dalam Sehari!

FaktaHari – 02 November 2026 | Alphabet Inc. baru saja menorehkan sejarah kelam di lantai bursa. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, saham perusahaan induk Google ini anjlok sekitar 13 persen setelah merilis laporan keuangan kuartal III 2026. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Alphabet Inc. melantai di bursa pada 2004, menghapus sekitar US$482 miliar dari kapitalisasi pasar dalam satu hari. Angka tersebut merupakan kehilangan nilai pasar harian terbesar kedua bagi perusahaan terbuka di Amerika Serikat, setelah Nvidia kehilangan sekitar US$593 miliar pada Januari 2025.

Ironisnya, kejatuhan ini terjadi justru ketika bisnis kecerdasan buatan (AI) Alphabet Inc. menunjukkan pertumbuhan pesat. Google Cloud membukukan pendapatan US$30,7 miliar, naik 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Aplikasi Gemini juga telah mencapai satu miliar pengguna, menjadikannya salah satu produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan. Namun, pasar tampaknya lebih fokus pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mewujudkan ambisi AI tersebut.

Belanja modal (capital expenditure) Alphabet Inc. melonjak menjadi US$51,4 miliar pada kuartal III 2026, dan diperkirakan mencapai US$195 miliar hingga US$205 miliar sepanjang tahun. Akibatnya, arus kas bebas (free cash flow) perusahaan menjadi negatif sekitar US$9,07 miliar. Investor khawatir bahwa investasi besar-besaran ini belum tentu menghasilkan pendapatan yang sebanding dalam waktu dekat.

Selain itu, bisnis inti Google Search dan periklanan digital juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Pendapatan Google Search mencapai US$63,3 miliar, tumbuh 12 persen, tetapi masih di bawah perkiraan analis sebesar US$64,9 miliar. Kekhawatiran muncul bahwa AI Mode yang diintegrasikan ke dalam mesin pencari justru mengkanibalisasi pendapatan iklan tradisional, karena pengguna semakin jarang mengklik iklan.

Tekanan terhadap Alphabet Inc. juga terlihat dari kinerja divisi Other Bets, yang menaungi Waymo. Meskipun Waymo terus memperluas operasi robotaxi ke berbagai kota, termasuk rencana ekspansi ke London dan Tokyo, divisi ini masih mencatat kerugian operasional sebesar US$2,05 miliar pada kuartal III 2026. Pendapatannya hanya US$372 juta, atau sekitar 0,29 persen dari total pendapatan Alphabet Inc. Meski demikian, Waymo berhasil mendapatkan pendanaan besar, termasuk putaran investasi US$16 miliar pada Februari dan pinjaman US$5 miliar pada Oktober, untuk mendukung pertumbuhannya.

Sentimen negatif dari laporan Alphabet Inc. dan Amazon menyebar ke seluruh pasar saham teknologi. Indeks Nasdaq Composite anjlok 2,86 persen ke level 25.437, S&P 500 turun 1,82 persen, dan Dow Jones melemah 1,09 persen. Investor mulai mempertanyakan keberlanjutan belanja modal besar untuk AI dan prospek pengembaliannya. Amazon juga mencatat arus kas bebas negatif lebih dari US$42 miliar dalam 12 bulan terakhir, meskipun pendapatan AWS tumbuh 39 persen.

Meskipun demikian, beberapa analis menilai bahwa Alphabet Inc. masih memiliki fondasi yang kuat. Bisnis search advertising, cloud, dan perangkat lunak yang sudah mapan memberikan kemampuan untuk terus berinvestasi dalam AI, berbeda dengan startup AI yang kesulitan pendanaan. Pertanyaannya kini adalah apakah Alphabet Inc. dapat menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi investasi raksasa tersebut. Dengan kapitalisasi pasar yang menyusut dan tekanan dari pasar, Alphabet Inc. berada di persimpangan jalan antara ambisi AI dan ekspektasi investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *