FaktaHari – 02 November 2026 | Duel nice vs rennes di Allianz Riviera berakhir dengan skor telak 5-2 untuk kemenangan tuan rumah, Jumat (30/10/2026) malam waktu setempat. Elye Wahi menjadi bintang utama dengan mencetak trigol, sementara kekalahan ini menghancurkan ambisi Rennes untuk terus menempel Paris Saint-Germain di puncak klasemen Ligue 1. Laga nice vs rennes sendiri sejatinya diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim sedang dalam tren positif, namun kenyataan di lapangan berkata lain.
Rennes datang ke Nice dengan modal kemenangan 3-0 atas Strasbourg dan hanya terpaut satu poin dari PSG. Namun, performa apik di kandang kontras dengan rentetan hasil buruk saat bermain di luar Roazhon Park. Dalam tiga laga tandang terakhir, Les Rennais kebobolan 13 gol dan tidak meraih satu poin pun. Catatan buruk inilah yang kembali terulang dalam pertandingan nice vs rennes kali ini.
Wahi Bersinar, Presiden Nice Angkat Bicara
Elye Wahi membuka pesta gol Nice dengan dua penalti sebelum menutup malam gemilangnya lewat penyelesaian halus memanfaatkan umpan Gauthier Hein. Trigol ini membuat mantan penyerang Montpellier tersebut semakin menemukan performa terbaiknya bersama Nice. Presiden klub, Maurice Cohen, pun tidak sungkan memuji penampilan anak asuhnya itu.
“Elye adalah pemain yang luar biasa. Ia butuh kasih sayang dan dukungan, dan ia mendapatkannya di sini. Ia memberikan segalanya untuk kami, dan ia membalasnya dengan tiga gol,” ujar Cohen di zona campuran usai laga.
Kemenangan ini membawa Nice naik ke peringkat 10 dan tetap tak terkalahkan di kandang musim ini. Di bawah asuhan Olivier Pantaloni, Nice perlahan bangkit dari awal musim yang buruk dan kini berpeluang meraih tiga kemenangan beruntun di Allianz Riviera untuk pertama kalinya sejak musim 2024-25.
Haise Kecewa Berat dengan Sikap Pemain
Di kubu Rennes, pelatih Franck Haise tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti attitude kolektif timnya, terutama saat tidak menguasai bola. Menurutnya, masalah ini bukan pertama kali terjadi di laga tandang dan harus segera diselesaikan.
“Kami sudah kebobolan 13 gol dan tidak mendapat poin dalam tiga laga terakhir. Sistem boleh berubah, tetapi ketelitian dan sikap dalam duel tidak boleh berubah. Apa yang bisa kami lakukan di Roazhon Park harus bisa kami lakukan juga di luar,” tegas Haise.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengkritik mentalitas pemainnya. “Yang mengganggu saya adalah apa yang kami lakukan sebagai tim tanpa bola. Kesalahan individu memang ada, tetapi sikap kolektif tanpa bola sangat mengganggu. Kami tidak bisa hanya menjadi tim ketika menguasai bola,” lanjutnya.
Haise bahkan mengaku bisa menarik lebih banyak pemain saat jeda. “Saya bisa saja mengganti pemain lain. Hanya sedikit pemain yang benar-benar tampil sesuai harapan. Ini bukan soal satu atau dua pemain, bukan soal sistem, tapi ada hal lain dalam sikap individu yang harus ditunjukkan oleh setiap pemain, dari atas sampai bawah,” tutupnya.
Dampak pada Klasemen dan Persaingan Eropa
Kekalahan dalam laga nice vs rennes ini menjadi pukulan telak bagi Rennes. Mereka gagal menjaga jarak dari PSG dan semakin tertinggal dalam perburuan tiket Eropa. Sementara itu, Nice membuktikan bahwa kebangkitan mereka bukan sekadar isapan jempol. Kemenangan atas Rennes menjadi sinyal bahwa mereka serius ingin bersaing di papan tengah dan mungkin lebih tinggi.
Bagi Rennes, pekerjaan rumah terbesar Haise adalah memperbaiki performa tandang. Dengan modal skuad yang cukup mumpuni, Les Rennais seharusnya mampu tampil lebih konsisten. Namun, jika masalah mentalitas dan sikap tanpa bola tidak segera diatasi, ambisi mereka untuk kembali ke kompetisi Eropa bisa pupus.
Pertandingan nice vs rennes juga menjadi pengingat bahwa di Ligue 1, tidak ada tim yang bisa menang hanya dengan mengandalkan kualitas individu. Kerja sama tim, disiplin taktik, dan mentalitas juara adalah kunci. Nice berhasil menunjukkan itu, sementara Rennes masih harus belajar dari kesalahan.
Dengan hasil ini, Nice berharap bisa terus merangkak naik dan mengamankan posisi di paruh atas klasemen. Sedangkan Rennes harus segera berbenah sebelum jarak dengan pemuncak klasemen semakin melebar. Laga nice vs rennes akan dikenang sebagai malam gemilang Wahi dan mimpi buruk bagi Haise.











