FaktaHari – 02 November 2026 | Fabio Di Giannantonio kembali menjadi sorotan dalam gelaran MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang. Pembalap Italia itu tampil kompetitif namun kehilangan kecepatan puncak di lintasan lurus, sebuah masalah yang hingga kini masih diselidiki oleh tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team bersama Ducati. Kendala ini membuat Fabio Di Giannantonio belum mampu menunjukkan potensi maksimalnya sepanjang akhir pekan di Sepang.
Manajer tim VR46, Pablo Nieto, mengonfirmasi bahwa motor Di Giannantonio kehilangan sekitar 7–8 km/jam di semua lintasan lurus. “Kami kehilangan sekitar 7–8 km/jam di semua lintasan lurus. Di trek seperti ini, itu sangat besar,” ujar Nieto. Ia pun mengaku bingung karena seluruh mesin yang digunakan disebut sama, namun tim belum menemukan sumber masalahnya. “Kami belum tahu penyebabnya. Mungkin aerodinamika, mungkin posisi pembalap, mungkin mesin. Kami belum tahu,” tambahnya.
Meski demikian, Fabio Di Giannantonio tetap menunjukkan performa yang cukup solid. Dalam Sprint Race, ia berhasil finis di posisi kelima. Sementara pada balapan utama, pembalap bernomor start 49 itu harus puas finis di urutan kedelapan. Hasil ini memang belum ideal, tetapi Di Giannantonio sebelumnya menyatakan kepuasan atas pengembangan motor sepanjang akhir pekan. Ia merasa setelan Ducati terus membaik, meski ada faktor lain yang menghambat laju motornya.
Masalah kecepatan ini menjadi teka-teki tersendiri bagi VR46 dan Ducati. Pasalnya, di sesi warm-up, Alex Rins dari Yamaha yang menjadi pengguna YZR-M1 tercepat justru berada di posisi kedelapan, tepat di belakang Brad Binder dan unggul atas Fabio Di Giannantonio serta Joan Mir. Hal ini menunjukkan bahwa performa Di Giannantonio masih kompetitif, tetapi konsistensi kecepatan di trek lurus menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi.
Terlepas dari kendala teknis, Fabio Di Giannantonio memiliki modal berharga musim ini. Pada putaran keenam di MotoGP Catalunya 2026, ia berhasil meraih kemenangan dramatis di Circuit de Barcelona-Catalunya. Balapan yang dihentikan dua kali akibat kecelakaan itu menjadi momen penting bagi Di Giannantonio setelah menyalip Pedro Acosta tiga lap menjelang finis. Kemenangan tersebut membuktikan bahwa ia mampu bersaing di level teratas ketika motor dalam kondisi optimal.
Di Sepang, cuaca dan kondisi sirkuit juga menjadi faktor tambahan. Banyak pembalap mengeluhkan kualitas aspal Sirkuit Sepang yang mengalami pengelupasan parah. Fabio Di Giannantonio bahkan menyebut lintasan kelas dunia itu kini lebih menyerupai arena balap off-road atau motocross. Kritik ini disampaikan setelah serpihan batu beterbangan dan mengganggu keselamatan para pembalap, terutama di barisan belakang.
Sementara itu, Marc Marquez berhasil merebut gelar juara MotoGP Malaysia 2026 dan memperlebar keunggulannya menjadi 44 poin di puncak klasemen. Dalam klasemen sementara, Fabio Di Giannantonio berada di posisi keenam dengan koleksi 134 poin, tertinggal jauh dari Marquez (399 poin), Jorge Martin (355 poin), dan Marco Bezzecchi (332 poin). Meski demikian, posisi tersebut masih cukup terhormat mengingat performa impresif yang ia tunjukkan di beberapa seri sebelumnya.
VR46 dan Ducati dijadwalkan terus melakukan investigasi mendalam untuk menemukan akar masalah kecepatan Fabio Di Giannantonio. Dengan sisa tiga seri musim ini, perbaikan pada area aerodinamika, posisi pembalap, atau mesin menjadi kunci bagi Di Giannantonio untuk kembali bersaing di kelompok depan. Tim berharap dapat segera mengatasi kendala ini agar performa pembalap asal Roma tersebut kembali konsisten di sisa musim.
Kehilangan 7–8 km/jam di lintasan lurus memang bukan masalah sepele, terutama di sirkuit yang menuntut kecepatan tinggi seperti Sepang. Namun, dengan dedikasi dan kerja sama tim yang solid, Fabio Di Giannantonio masih memiliki peluang untuk bangkit. Dukungan dari VR46 dan Ducati akan sangat menentukan apakah ia dapat mengakhiri musim 2026 dengan hasil yang lebih memuaskan.
