FaktaHari – 01 November 2026 | Dunia tenis dikejutkan oleh kabar mundurnya Elena Rybakina dari ajang Pan Pacific Open 2026 di Tokyo. Petenis Kazakhstan berusia 27 tahun itu memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan babak perempat final melawan Leylah Fernandez dari Kanada pada Jumat (30/10/2026) akibat cedera leher yang dideritanya. Keputusan ini diambil hanya sehari setelah Elena Rybakina memastikan diri akan mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.
Dalam pidatonya di lapangan Ariake Coliseum, Elena Rybakina menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang telah hadir. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berjuang melawan cedera ringan selama beberapa hari terakhir. “Saya sangat menyesal harus mengumumkan bahwa saya tidak dapat melanjutkan pertandingan berikutnya. Sayangnya, saya mengalami peradangan dan nyeri di leher yang memengaruhi kemampuan saya untuk bermain di level tertinggi,” ujarnya. Meski demikian, ia berjanji akan kembali tampil di Tokyo pada tahun mendatang.
Keputusan mundurnya Elena Rybakina langsung memberikan tiket semifinal bagi Leylah Fernandez tanpa harus bertanding. Fernandez selanjutnya akan menghadapi Kamila Rakhimova dari Uzbekistan, yang sebelumnya mengalahkan Maya Joynt dari Australia dengan skor 7-5, 5-7, 6-1. Sementara itu, fokus Elena Rybakina kini tertuju pada ajang Final WTA yang akan digelar di Indian Wells, Amerika Serikat, pada 8 hingga 15 November mendatang. Ia menegaskan bahwa kondisi ini memaksanya untuk mengambil keputusan sulit demi bisa tampil prima di turnamen bergengsi tersebut.
Pencapaian Elena Rybakina sebagai petenis nomor satu dunia tidak lepas dari performa impresifnya sepanjang musim 2026. Sehari sebelum mundur, ia mengalahkan sesama petenis Kazakhstan, Yulia Putintseva, dengan skor 6-2 dan 6-3 di babak kedua. Kemenangan tersebut memastikan posisinya tidak lagi dapat dikejar oleh Aryna Sabalenka yang menempati peringkat kedua dunia. Sepanjang tahun ini, Elena Rybakina telah menjuarai Australian Open dan US Open, menambah koleksi gelar Grand Slam-nya menjadi tiga setelah sebelumnya menjuarai Wimbledon 2022. Ia juga baru saja meraih gelar di Ningbo Open pekan lalu.
Dengan koleksi tiga gelar Grand Slam dan status nomor satu dunia, Elena Rybakina telah mencatatkan namanya dalam sejarah tenis Kazakhstan. Namun, cedera leher yang dialaminya menjadi pengingat bahwa jadwal pertandingan yang padat menuntut manajemen fisik yang cermat. Tim medis dan pelatihnya tentu akan bekerja keras agar Elena Rybakina dapat pulih tepat waktu untuk Final WTA, di mana ia akan bersaing dengan delapan petenis terbaik dunia.
Meski harus mundur dari Pan Pacific Open, posisi Elena Rybakina sebagai ratu tenis dunia tetap kokoh hingga akhir tahun. Para penggemar berharap cedera ini tidak berdampak panjang dan ia dapat kembali menunjukkan servis kuatnya di Indian Wells. Dengan tekad dan kerja keras yang telah ditunjukkannya sepanjang karier, Elena Rybakina optimistis dapat menutup musim 2026 dengan prestasi gemilang di Final WTA.
