FaktaHari – 31 Oktober 2026 | Timnas Indonesia U15 harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia & Festival U15 FIFA 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Benin pada pertandingan final klasifikasi Tier C. Laga yang digelar di Hovsan Competition Complex, Baku, Azerbaijan, Jumat (30/10/2026) tersebut menjadi penutup yang pahit bagi perjuangan Garuda Muda. Meski mendominasi penguasaan bola di babak pertama, Indonesia U15 gagal memanfaatkan peluang dan harus mengakui keunggulan lawan.
Pada pertandingan ini, pelatih Furqon Alkatiri menurunkan Renaldy Rizky sebagai penjaga gawang. Ia didukung oleh kapten I Kadek Dwi, Muhammad Nazar, Jamaeel Ryuzain, Jasshen Janneiro, Muhammad Hariri, Reganatha Harfi, dan Lyonel Musaling sebagai delapan pemain starter. Indonesia tampil agresif sejak awal. Peluang pertama datang melalui tendangan bebas Lyonel Musaling pada menit ketujuh, namun bola masih membentur pagar hidup pemain Benin.
Benin memberikan ancaman pada menit ke-11 dan ke-13 melalui dua tembakan yang berhasil digagalkan kiper Indonesia. Namun, saat babak pertama hampir berakhir, Benin justru memecah kebuntuan. Serangan dari sisi kiri pertahanan Indonesia menghasilkan gol pada menit ke-18. Skor 1-0 untuk keunggulan Benin bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih seimbang. Kedua tim saling melancarkan serangan. Indonesia memperoleh peluang melalui tendangan bebas Muhammad Nazar pada menit ke-24. Meski berhasil melewati pagar hidup, tendangan tersebut masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Benin. Pemain pengganti Rendra Maulana juga menanduk bola pada menit ke-27, tetapi belum membuahkan hasil. Di tengah upaya Indonesia untuk menyamakan kedudukan, gawang mereka hampir kebobolan lagi pada menit ke-30. Beruntung, pemain Indonesia sigap melakukan blok untuk menjaga gawang tak kemasukan kedua kalinya.
Kekalahan ini melengkapi catatan kurang baik Indonesia U15 di turnamen tersebut. Sebelumnya, Indonesia U15 takluk 1-5 dari Prancis pada laga semifinal runner-up Tier C, Kamis (29/10). Indonesia sempat bermain cukup baik di fase awal, tapi dua gol cepat dalam waktu satu menit membuyarkan mereka. Prancis memimpin lebih dulu pada menit kesembilan, lalu menggandakan keunggulan tak lama setelah itu. Kesalahan di sisi kanan pertahanan pada menit ke-14 kembali dimanfaatkan Prancis untuk mencetak gol ketiga. Indonesia harus menutup babak pertama dengan ketertinggalan 0-3.
Memasuki babak kedua, Prancis tidak mengendurkan tekanan. Mereka kembali membobol gawang Indonesia melalui kombinasi umpan satu-dua sentuhan yang membongkar pertahanan Garuda Muda. Tertinggal empat gol, Indonesia berusaha bangkit. Perubahan permainan mulai terlihat dalam sepuluh menit terakhir. Anak-anak asuhan Furqon Alkatiri tampil lebih berani menyerang dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Upaya tersebut akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-34. Gol Indonesia berawal dari kesalahan umpan pemain Prancis yang justru mengarah kepada pemain Garuda Muda di depan kotak penalti. Kesempatan itu berhasil dimaksimalkan untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4. Indonesia bahkan memiliki peluang menambah gol empat menit berselang melalui situasi serupa. Sayangnya, penyelesaian akhir pemain Indonesia masih melebar tipis dari sasaran. Ketika Garuda Muda berusaha mengejar ketertinggalan, Prancis justru kembali menghukum pertahanan Indonesia. Tusukan pemain lawan yang diakhiri dengan tendangan keras menghasilkan gol kelima sekaligus memastikan kemenangan 5-1 bagi Prancis.
Hasil ini memperpanjang catatan kekalahan Indonesia U15 setelah sebelumnya juga menyerah 1-6 dari Luksemburg. Meski demikian, perjalanan Indonesia U15 di Piala Dunia & Festival U15 FIFA 2026 tetap menjadi pengalaman berharga. Sebelumnya, Indonesia U15 berhasil mencetak 15 gol di fase grup dan lolos ke perempat final setelah menekuk Panama 5-3. Namun, konsistensi dan ketangguhan menghadapi tim-tim kuat masih menjadi pekerjaan rumah. Kekalahan dari Benin menjadi evaluasi penting, terutama dalam menjaga konsentrasi pertahanan, mengantisipasi serangan cepat, dan meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Dengan demikian, Indonesia U15 harus puas berada di posisi runner-up Tier C. Prestasi ini tetap patut diapresiasi mengingat usia pemain yang masih muda. Ke depan, pengalaman bertanding di level internasional diharapkan dapat menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas sepak bola usia dini Indonesia. Federasi dan pelatih diharapkan terus melakukan pembinaan agar Garuda Muda mampu bersaing lebih baik di turnamen-turnamen mendatang.
