FaktaHari – 27 Oktober 2026 | Laga portsmouth vs millwall yang berlangsung di Fratton Park, Sabtu (24/10/2026), menjadi sorotan utama dalam lanjutan Championship 2026/2027. Kemenangan tipis 2-1 bagi Portsmouth tidak hanya memperpanjang tren positif tuan rumah, tetapi juga mengungkap sejumlah masalah di kubu Millwall, mulai dari terpinggirkannya bek Timnas Indonesia Elkan Baggott hingga krisis di posisi kiper. Pertandingan portsmouth vs millwall sendiri berjalan sengit di bawah kondisi cuaca yang buruk, dengan Portsmouth tampil lebih efektif meski tidak dalam performa terbaiknya.
Pelatih Millwall, Alex Neil, menghadapi tekanan setelah kekalahan ini. Dalam konferensi pers usai laga, Neil mengakui bahwa timnya kehilangan momentum. Ia juga menjelaskan alasan di balik keputusan memberikan kesempatan starter kepada Luke Cundle, yang tampil selama 75 menit sebelum digantikan Alfie Doughty. Menurut Neil, Cundle layak mendapatkan kesempatan karena performa impresifnya saat masuk sebagai pemain pengganti di laga sebelumnya melawan Lincoln City. “Luke adalah satu-satunya pemain yang benar-benar tampil positif melawan Lincoln. Dia pantas menjadi starter,” ujar Neil. Namun, keputusan tersebut belum mampu membawa Millwall meraih hasil maksimal dalam portsmouth vs millwall kali ini.
Di sisi lain, nasib Elkan Baggott menjadi perhatian tersendiri. Bek berusia 23 tahun itu baru saja menjadi pahlawan Timnas Indonesia dalam kemenangan dramatis atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Baggott bermain selama 120 menit dan mencetak gol penyama kedudukan di perpanjangan waktu, serta sukses mengeksekusi penalti. Namun, kembalinya ia ke Millwall tidak serta-merta mengembalikan posisinya di starting line-up. Sejak kembali dari tugas internasional, Baggott tidak masuk skuad saat menghadapi Preston (10/10/2026), dan hanya duduk di bangku cadangan dalam laga melawan Swansea City, Lincoln City, serta portsmouth vs millwall. Media Asia, Goalpost_Asia, bahkan menyoroti kontras tersebut dengan menyebut Baggott sebagai “pahlawan bagi Indonesia, tetapi hanya penghangat bangku cadangan di Millwall.”
Alex Neil lebih memilih duet Jake Cooper dan Caleb Taylor di jantung pertahanan. Keputusan ini membuat Millwall tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara. Meski demikian, Baggott masih memiliki kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2028. Opsi peminjaman ke klub League One pada bursa transfer musim dingin mendatang disebut sebagai jalur paling realistis demi mendapatkan menit bermain reguler.
Kekalahan dalam portsmouth vs millwall juga tidak lepas dari krisis kiper yang dialami Millwall. Dengan absennya Lukas Jensen dan Filip Marschall karena cedera, Max Crocombe harus tampil di bawah mistar. Sayangnya, performa Crocombe dianggap belum memenuhi ekspektasi. Salah satu penggemar Millwall, David, mengungkapkan kekecewaannya. “Hasil ini sangat mengecewakan. Musim promosi Millwall berubah menjadi perjuangan menghindari degradasi. Saya benci menyalahkan satu orang, tetapi dengan Jensen dan Marschall absen, kami hanya punya Crocombe yang tidak cukup mumpuni,” ujarnya. Sementara itu, penggemar Portsmouth, Michael, menyebut kemenangan ini sebagai hasil yang membanggakan meski permainan tidak indah. “Kami lebih mirip Yunani 2004 daripada Brasil 1970, tapi siapa yang peduli? Hasil ini luar biasa,” katanya.
Dari kubu Portsmouth, pelatih dan pemain diyakini akan memanfaatkan momentum ini untuk terus merangkak ke papan atas. Kemenangan atas Millwall membuat mereka bertahan di paruh atas tabel. Namun, laga portsmouth vs millwall juga menjadi pengingat bagi Millwall bahwa masalah internal harus segera diselesaikan jika ingin bersaing di Championship. Dengan cedera yang menghantui dan performa inkonsisten, The Lions berisiko terjebak di papan tengah atau lebih buruk.
Secara keseluruhan, pertandingan portsmouth vs millwall menyajikan cerita lengkap tentang dinamika sepak bola Championship: ada heroisme di level internasional yang tak berbanding lurus dengan nasib di klub, ada krisis cedera yang memaksa pelatih mengambil keputusan sulit, dan ada euforia kemenangan yang diraih dengan cara tidak sempurna. Bagi Baggott, keputusan untuk hengkang demi menit bermain tampaknya semakin mendesak. Bagi Millwall, memperbaiki lini belakang dan mencari solusi di posisi kiper menjadi prioritas utama sebelum jendela transfer dibuka. Sementara Portsmouth, dengan kemenangan ini, membuktikan bahwa di Championship, siapa pun bisa mengalahkan siapa pun.
