FaktaHari – 26 Oktober 2026 | Klub Al Nassr tengah menjadi sorotan setelah mengalami dua peristiwa penting dalam waktu singkat. Di pentas Asia, laga Al Nassr melawan Al Wasl dalam AFC Champions League Elite yang sedianya digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (26/10/2026) resmi ditunda oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sementara itu, di kompetisi domestik Oman, Al Nassr harus merelakan rekor tak terkalahkan mereka berakhir setelah tumbang 0-1 di tangan Bahla pada laga pekan keenam Jindal League 2026/27.
Penundaan laga Al Nassr vs Al Wasl diumumkan AFC pada Minggu (25/10/2026) tanpa memberikan alasan resmi maupun tanggal pengganti. Namun, laporan media Arab Saudi menyebutkan bahwa delegasi Al Wasl belum tiba di Riyadh sebelum jadwal pertandingan. Situasi ini tidak lepas dari meningkatnya eskalasi konflik antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman. Houthi diketahui telah berulang kali menargetkan bandara-bandara di Arab Saudi, termasuk Riyadh, dalam beberapa pekan terakhir.
Dampak konflik juga terlihat pada mobilitas tim-tim Saudi. Pada laga-laga sebelumnya di AFC Champions League Elite, tim Saudi memilih perjalanan darat, seperti Al Hilal yang menggunakan bus menuju Qatar untuk menghadapi Al Sadd. Beberapa pertandingan Saudi Pro League juga sempat ditunda bulan ini karena alasan logistik. Hingga berita ini diturunkan, AFC dan Al Wasl belum memberikan komentar lebih lanjut terkait penundaan tersebut.
Di sisi lain, di Oman, Al Nassr harus menelan pil pahit setelah catatan tak terkalahkan mereka di Jindal League musim ini berakhir. Bertandang ke Nizwa Sports Complex, Al Nassr kalah 0-1 dari Bahla melalui gol Husni al Hinai pada menit ke-46. Al Nassr sebenarnya mendominasi penguasaan bola di babak pertama, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat Bahla. Setelah jeda, Bahla tampil lebih agresif dan langsung memanfaatkan peluang untuk unggul. Al Hinai bahkan nyaris mencetak gol kedua, sementara Faisal al Aghbari digagalkan oleh kiper Al Nassr, Ibrahim al Rajhi.
Kekalahan ini membuat Al Nassr turun ke peringkat ketiga klasemen dengan 12 poin dari lima pertandingan, tertinggal satu poin dari Al Nahda yang memuncaki klasemen dengan 13 poin. Al Shabab berada di posisi kedua dengan koleksi poin sama, sedangkan Bahla naik ke peringkat kelima dengan sembilan poin setelah meraih kemenangan beruntun kedua. Meski demikian, posisi Al Nassr masih relatif aman di papan atas, tetapi mereka perlu segera bangkit untuk menjaga peluang bersaing di jalur juara.
Sementara itu, di Kuwait, klub bernama sama, Al-Nasr, menunjukkan performa impresif di Zain Premier League. Al-Nasr sukses menghancurkan Al-Sahel dengan skor 3-0 di Nayef Al-Dabbous Stadium pada laga pekan keenam. Kemenangan ini membawa Al-Nasr naik ke peringkat ketiga dengan 12 poin, sementara Al-Sahel tertahan di posisi kesembilan dengan empat poin. Gol Al-Nasr dicetak oleh Sidi Yacoub pada menit ke-28 melalui tendangan bebas, Hazem Ben Issa pada menit ke-43, dan Musfer Al-Adwani pada menit ke-85. Keunggulan jumlah pemain setelah Lucas de Souza dari Al-Sahel dikartu merah menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
Di cabang olahraga lain, tim bola tangan Al-Nasr juga akan berlaga dalam putaran ke-20 Handball Premier League Kuwait yang digelar di Sheikh Saad Al-Abdullah Sports Complex. Al-Nasr yang saat ini berada di posisi juru kunci dengan dua poin akan menghadapi Sulaibikhat. Meskipun sudah tidak bersaing untuk gelar, pertandingan ini tetap penting bagi Al-Nasr untuk memperbaiki posisi di klasemen menjelang berakhirnya musim.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari penundaan laga internasional hingga kekalahan di liga domestik, nama Al Nassr tetap menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola Asia. Sementara itu, klub-klub bernama Al-Nasr di negara lain terus berjuang di kompetisi masing-masing, menunjukkan bahwa nama besar Al Nassr memiliki banyak wajah di kancah regional.
Secara keseluruhan, penundaan laga Al Nassr vs Al Wasl menjadi pengingat bahwa faktor keamanan dan geopolitik masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola di kawasan. Di sisi lain, kekalahan Al Nassr di Oman menjadi sinyal bahwa persaingan di liga domestik semakin ketat dan tidak ada tim yang bisa dengan mudah mempertahankan rekor tak terkalahkan. Kini, Al Nassr dituntut untuk segera fokus kembali dan mempersiapkan diri menghadapi jadwal padat yang menanti, termasuk laga tunda di Liga Champions Elite yang belum diketahui kapan akan digelar.
